Demi Balapan di Afrika, Lewis Hamilton Janji Tetap Balapan hingga F1 2030

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Demi Balapan di Afrika, Lewis Hamilton Janji Tetap Balapan hingga F1 2030

Pembalap Tim Scuderia Ferrari, Lewis Hamilton. (Foto: Instagram/lewishamilton)

FORMULA One (F1) resmi mengumumkan kembalinya Grand Prix (GP) Afrika melalui kerja sama berdurasi 10 tahun dengan Rwanda. Keputusan ini sekaligus mewujudkan angan besar juara bumi tujuh kali, Lewis Hamilton, nan selama bertahun-tahun gencar menyuarakan agar F1 kembali menyambangi benua tersebut.

Ajang balap jet darat tercatat terakhir kali melesat di daratan Afrika pada GP Afrika Selatan tahun 1993. Sejak saat itu, Hamilton terus memimpin dorongan agar F1 bisa kembali menyapa para fans di sana sebelum masa pensiunnya tiba.

Kendati demikian, arena tersebut baru diproyeksikan masuk ke dalam almanak F1 pada awal dasawarsa 2030-an. Hal ini mengisyaratkan Hamilton bakal berumur setidaknya 45 tahun saat balapan di Rwanda tersebut akhirnya direalisasikan.

Situasi tersebut memicu candaan dari Hamilton. Menjelang GP Amerika Serikat, pembalap nan sekarang memihak Ferrari itu berseloroh bahwa dirinya terpaksa memeperpanjang pekerjaan balapnya hingga usia 40-an demi merasakan atmosfer balapan di benua impiannya.

“Saya menantikan untuk bisa lebih lama bersaing di sana (Afrika). Maksud saya, sekarang saya ‘terpaksa’ kudu memperkuat lebih lama lantaran bakal ada balapan di Afrika, dan berkompetisi di Afrika adalah angan saya,” ungkap Hamilton, mengutip dari Crash, Sabtu (23/10/2026).

 Instagram/lewishamilton) Lewis Hamilton. (Foto: Instagram/lewishamilton)

1. Perjuangan Panjang dan Desakan Tanpa Henti

Keberhasilan membawa kembali F1 ke Afrika tidak terjadi begitu saja. Hamilton mengungkapkan sungguh gigihnya dia melobi beragam pihak penting, termasuk CEO F1 Stefano Domenicali, melalui serangkaian pertemuan dan obrolan nan intensif.

Usaha Hamilton tidak hanya terbatas pada ketua F1 semata. Ia juga aktif menjalin komunikasi langsung dengan para pemimpin negara di benua Afrika untuk membuka jalan bagi hadirnya arena balap paling bergengsi di bumi tersebut.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑