Dekarbonisasi Logistik Jadi Fokus untuk Dorong Efisiensi dan Keberlanjutan Bisnis

Sedang Trending 3 bulan yang lalu
Dekarbonisasi Logistik Jadi Fokus untuk Dorong Efisiensi dan Keberlanjutan Bisnis AAM meluncurkan armada mobil listrik pertamanya.(AAM)

Transformasi menuju operasional nan lebih ramah lingkungan semakin menjadi kebutuhan bagi bumi usaha. Di tengah meningkatnya perhatian terhadap rumor perubahan suasana dan efisiensi energi, perusahaan mulai mengintegrasikan strategi dekarbonisasi ke dalam model upaya mereka sebagai bagian dari upaya menciptakan pertumbuhan nan berkelanjutan.

INdustri logistik dan pengedaran menjadi salah satu bagian nan mengalami perubahan signifikan. Penggunaan kendaraan rendah emisi, optimasi rantai pasok, dan penerapan teknologi nan lebih efisien sekarang menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk menekan jejak karbon sekaligus meningkatkan produktivitas operasional.

PT Medela Potentia Tbk (MDLA) melalui entitas anaknya, PT Anugrah Argon Medica (AAM), mengambil langkah tersebut dengan meluncurkan armada mobil listrik pertama sebagai bagian dari program dekarbonisasi operasional perusahaan. Inisiatif ini menandai penguatan strategi pengedaran perusahaan nan tidak hanya berfokus pada efisiensi logistik, tetapi juga pada pengurangan emisi dan pengembangan sistem operasional nan lebih berkelanjutan.

Direktur Utama PT Medela Potentia Tbk, Juliwaty, mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari transformasi jangka panjang perusahaan dalam membangun sistem pengedaran nan lebih adaptif dan efisien.

“Penggunaan kendaraan listrik tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga memperkuat kesiapan kami dalam menghadirkan jasa pengedaran nan cepat, tepat, dan kondusif di tengah dinamika kebutuhan pasar. Ini merupakan bagian dari upaya kami mengintegrasikan penemuan secara menyeluruh dalam operasional,” ujarnya.

Menurut perusahaan, dekarbonisasi operasional menjadi respons terhadap perubahan lanskap industri pengedaran nan semakin menuntut efisiensi energi, pengelolaan biaya nan lebih baik, serta integrasi prinsip keberlanjutan dalam aktivitas upaya sehari-hari.

Sebelum meluncurkan armada mobil listrik, AAM telah lebih dulu mengoperasikan 106 unit motor listrik nan tersebar di 15 bagian pada 13 kota hingga 2025.

Pengembangan kendaraan listrik roda empat menjadi tahap lanjutan untuk memperkuat sistem pengedaran nan lebih irit daya sekaligus memperluas kontribusi perusahaan dalam mengurangi emisi operasional.

Selain penggunaan kendaraan listrik, perusahaan juga memperkuat beragam aspek pendukung seperti optimasi rute distribusi, peningkatan prasarana operasional, serta pengembangan kompetensi sumber daya manusia.

Seluruh langkah tersebut dirancang sebagai satu kesatuan sistem nan bermaksud meningkatkan efisiensi tanpa mengurangi kualitas jasa kepada pelanggan.

Sebagai bagian dari strategi keberlanjutan, perusahaan juga menerapkan training Eco-Driving bagi pengemudi dan tim operasional guna meningkatkan keselamatan kerja, efisiensi energi, dan konsistensi dalam menjalankan praktik pengedaran nan lebih bertanggung jawab.

Direktur PT AAM, Budi Lim, mengatakan perusahaan berupaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan upaya dan tanggung jawab terhadap lingkungan.

“Ke depan, kami bakal terus mengembangkan penemuan operasional nan tidak hanya mendorong keahlian bisnis, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.

Sementara itu, HR & Sustainability Director PT Medela Potentia Tbk, Nancy Kartika, menegaskan bahwa langkah nan dilakukan AAM merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk mengintegrasikan prinsip keberlanjutan di seluruh lini bisnis.

Pada 2025, PT Medela Potentia Tbk berbareng entitas anaknya tercatat sukses menurunkan intensitas emisi gas rumah kaca sebesar 20 persen dibandingkan baseline nan telah ditetapkan sebelumnya. Ke depan, perusahaan berencana memperluas penerapan program dekarbonisasi sebagai bagian dari penguatan sistem pengedaran nan lebih efisien, adaptif, dan berkelanjutan. Langkah tersebut diharapkan tidak hanya mendukung efisiensi operasional perusahaan, tetapi juga memperkuat penerapan praktik upaya nan lebih bertanggung jawab dan ramah lingkungan di industri pengedaran jasa kesehatan. (E-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑