Dekan FIB UGM Bicara soal Dosennya yang Terlibat di Daycare Little Aresha

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Suasana Daycare Little Aresha di Kemantren Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Minggu (26/4/2026). Foto: Panji/kumparan

Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada (FIB UGM) Prof Setiadi membenarkan Dr Cahyaningrum Dewojati adalah staf pengajar aktif di FIB UGM.

Nama Cahyaningrum terdaftar sebagai penasihat yayasan Daycare Little Aresha nan digerebek polisi lantaran kekerasan dan penelantaran anak.

"Namun, perlu kami tegaskan bahwa peran beliau dalam yayasan tersebut dilakukan sepenuhnya dalam kapabilitas pribadi," kata Setiadi dalam keterangannya, Kamis (30/4).

Setiadi mengatakan FIB UGM secara kelembagaan tidak mempunyai hubungan hukum, kerja sama, maupun keterlibatan operasional apa pun dengan Yayasan Daycare Little Aresha.

"Segala aktivitas di luar tugas akademik fakultas merupakan tanggung jawab individual nan bersangkutan," ujarnya.

Pihaknya terus memantau aspirasi dari Masyarakat mengenai status pengajar nan bersangkutan.

FIB UGM bakal berkarakter netral dan objektif dalam kasus ini. Salah satunya dengan tidak memberikan pembelaan hukum.

"Kami tidak memberikan pembelaan norma secara institusional terhadap tindakan nan berada di luar ranah kedinasan dan akademik," ujarnya.

"Kami terus melakukan pemantauan perkembangan kasus ini secara saksama. Pihak fakultas terus berkoordinasi dengan universitas untuk mengambil langkah-langkah tindak lanjut sesuai dengan peraturan disiplin kepegawaian nan bertindak di UGM," katanya.

FIB UGM juga mendukung langkah norma nan dilakukan Polresta Yogyakarta.

"FIB UGM berambisi agar proses norma ini dapat melangkah dengan transparan, adil, dan memberikan kepastian norma bagi semua pihak, terutama dalam memberikan keadilan bagi para korban. Kasus ini menjadi pengingat pentingnya ruang kondusif bagi anak. FIB UGM mendukung penuh terciptanya lingkungan sosial nan inklusif dan bebas dari kekerasan," katanya.

FIB juga menyampaikan keprihatinan atas tindak kekerasan nan terjadi di daycare Little Aresha.

"Kami memandang segala corak kekerasan terhadap anak sebagai tindakan nan bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan kebudayaan nan kami junjung tinggi," pungkasnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan