Dedi Mulyadi: Pelaku Kerusuhan Dago Dibina di Barak Militer

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan opsi pembinaan melalui program barak militer bagi pelaku kerusuhan di area Dago. 6 pelaku di antaranya merupakan pelajar aktif di bawah umur.

Menurut dia, model pembinaan tersebut dapat menjadi salah satu pendekatan untuk membentuk pemahaman kebangsaan dan kedisiplinan.

“Nanti bisa juga diarahkan mereka (pelaku kerusuhan) untuk mengikuti program pendidikan barak militer agar mereka mengerti arah bangsa ini ke mana dan apa nan kudu dilakukan,” ujarnya di Sumedang, Jawa Barat, Minggu.

Dirinya juga mengatakan bahwa penanganan terhadap kasus tersebut perlu dilihat dari aspek norma dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), terutama jika melibatkan anak di bawah umur.

"Kita lihat aspek hukumnya. Di dalamnya kan ada pembinaan, kita lihat aspek KUHP-nya, berfaedah pidana anak di bawah umur," tambahnya.

Selain proses hukum, pemerintah juga membuka opsi pembinaan melalui program pendidikan karakter berbasis kedisiplinan, termasuk pendidikan ala barak militer.

Terlebih, pihaknya menyebut terdapat 250 peserta program barak militer pada bulan Juni, termasuk para ketua OSIS, nan bakal mengikuti program pembinaan tersebut.

“Bulan Juni ini ada sekitar 250 orang, termasuk para ketua OSIS, nan bakal mengikuti pendidikan barak militer itu. Itu bisa saja mereka masuk untuk ikut dibina,” ujarnya.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita