Daya Tarik Tersembunyi di Balik Nektar Bunga

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
foto ilustrasi burung kolibri dan lebah nan sedang menghisap nektar bunga, Sumbar: Gemini AI

Selama ini kita mengenal nektar kembang sebagai cairan manis nan menjadi sumber daya utama bagi lebah, burung, hingga kelelawar. Namun, penelitian terbaru mengungkapkan kebenaran mabuk nan mengejutkan: nektar kembang di alam liar rupanya mengandung alkohol secara alami. Pertanyaannya, apakah tanaman sengaja "menyuguhi" para penyerbuk ini dengan minuman keras?

Peneliti dari University of California, Berkeley, melakukan survei luas terhadap beragam jenis tumbuhan di Panama dan Colorado. Hasilnya mengejutkan, kadar rendah etanol ditemukan secara luas pada nektar kembang di beragam ekosistem. Meskipun kadarnya rata-rata hanya sekitar 0,06%, beberapa kembang apalagi mempunyai konsentrasi alkohol nan jauh lebih tinggi.

​Temuan ini membuktikan bahwa etanol bukanlah unsur asing di bumi tanaman. "Kandungan etanol ini tersebar luas secara geografis dan terdapat pada beragam jenis kembang nan diserbuki oleh hewan nan berbeda," jelas Aleksey Maro, pemimpin penelitian tersebut.

Munculnya alkohol ini bukanlah tanpa alasan. Nektar adalah larutan gula pekat nan menjadi tempat tinggal ideal bagi mikroba seperti ragi dan bakteri. Mikroba-mikroba inilah nan memfermentasi gula di dalam kembang menjadi etanol. Menariknya, kehadiran alkohol ini mungkin bukan sekadar kebetulan biologis, melainkan bagian dari strategi memperkuat hidup tanaman. ​Etanol mempunyai sifat antimikroba nan dapat menghalang pertumbuhan kuman berbahaya, sehingga menjaga nektar tetap layak konsumsi bagi penyerbuk "langganan" tanaman tersebut.

Lalu, apa dampaknya bagi hewan penyerbuk seperti burung kolibri alias lebah? Peneliti menduga bahwa aroma etanol nan mudah menguap membantu hewan-hewan ini menemukan kembang dari jarak jauh seperti aroma masakan nan mengundang kita ke restoran.

​Selain itu, alkohol dalam dosis rendah mungkin memberikan pengaruh fisiologis tertentu, seperti meningkatkan nafsu makan alias memberikan tambahan daya cepat. Namun, para peneliti juga mencatat bahwa hewan-hewan ini mempunyai keahlian luar biasa untuk memproses alkohol tanpa menjadi "mabuk" nan membahayakan aktivitas terbang mereka.

​Penelitian ini membuka perspektif pandang baru dalam ekologi penyerbukan. Siapa sangka, hubungan manis antara kembang dan burung rupanya dibumbui oleh sedikit "alkohol" hasil kerja keras mikroba nan tak kasat mata.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan