Daya Tarik F1 GP Singapura 2026: Kenapa Tetap Jadi Magnet Utama meski Malaysia Baru Saja Gelar Balapan?

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

 Kenapa Tetap Jadi Magnet Utama meski Malaysia Baru Saja Gelar Balapan?

Daya Tarik F1 GP Singapura 2026: Kenapa Tetap Jadi Magnet Utama, meski Malaysia Baru Saja Gelar Balapan? (Instagram/@formula1)

SINGAPURA - Formula 1 (F1) kembali menghadirkan almanak balap nan padat di area Asia Tenggara. Jarak nan sangat berdekatan dengan seri balapan di Sirkuit Sepang, Malaysia, sempat memicu pertanyaan publik mengenai peta persaingan penonton balap jet darat di area ini.

Antusiasme fans motorsport di Asia Tenggara sekarang tengah berada di titik tertinggi menyusul kembalinya Sirkuit Sepang, Malaysia, nan sukses menarik 261.000 penonton sepanjang akhir pekan pada 2 hingga 4 Oktober 2026. Angka tersebut mencakup 103.000 penonton pada hari balapan utama, melampaui rekor historis pada 2008.

Kendati tetangga dekatnya baru saja sukses menggelar balapan besar, antusiasme terhadap F1 GP Singapura 2026 di Marina Bay Street Circuit nan dijadwalkan pada 9–11 Oktober 2026 sama sekali tidak surut. Pihak penyelenggara dan para pelaku upaya lokal apalagi memproyeksikan kehadiran massa hingga melampaui 300.000 orang sepanjang pekan balapan.

Lonjakan minat ini turut ditopang hadirnya format baru. Sirkuit jalan raya Marina Bay untuk pertama kalinya bakal menerapkan format kejuaraan F1 Sprint Weekend. Hal ini memberikan nilai tambah nan membikin para pencinta kecepatan enggan melewatkan rangkaian akhir pekan di Singapura.

1. Singapura Tetap Punya Daya Tarik

Menanggapi kejadian persaingan regional ini, Senior Lecturer Department of Marketing NUS Business School, Dr Samer Elhajar, menilai apa nan dibangun Singapura jauh melampaui sekadar penyelenggaraan balapan semusim. Menurutnya, kekuatan utama negara ini terletak pada fondasi ekosistem aktivitas nan sangat matang.

Senior Lecturer Department of Marketing NUS Business School Dr Samer Elhajar (Rivan Nasri) Senior Lecturer Department of Marketing NUS Business School Dr Samer Elhajar (Rivan Nasri)

"Jika Anda bertanya apakah saya kudu mempercayakan investasi jutaan dolar di Singapura, jawabannya tentu ya. Ini sangat bisa diprediksi. Ini adalah satu-satunya negara di mana Anda bisa memprediksi apa nan bakal terjadi dalam dua tahun ke depan," ungkap Dr Samer Elhajar kepada Okezone di NUS Business School, Rabu, 7 Oktober 2026.

Dr Samer menjelaskan kombinasi prasarana kelas atas, mulai dari konektivitas airport hingga aspek keamanan dan keselamatan, membikin para penyelenggara dan penanammodal merasa kondusif menanamkan modal besar di Singapura tanpa keraguan berarti.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑