Jakarta, CNBC Indonesia - Laporan intelijen terbaru membantah klaim Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump soal kehancuran besar militer Teheran. Iran disebut tetap mempertahankan sebagian besar keahlian rudalnya di area strategis Selat Hormuz.
Mengutip laporan The New York Times, penilaian intelijen rahasia AS pada awal bulan ini menyebut Iran tetap menguasai dan mengoperasikan 30 dari 33 situs rudal di sepanjang Selat Hormuz. Lokasi tersebut dinilai bisa menargetkan kapal perang hingga tanker minyak AS nan melintasi jalur pelayaran vital bumi itu.
Laporan ini sekaligus mematahkan narasi Trump nan sebelumnya. Trump menyatakan kekuatan militer Iran telah "hancur" akibat kampanye pengeboman campuran AS-Israel nan berjalan sejak 28 Februari hingga gencatan senjata bertindak pada 8 April lalu.
Menurut laporan tersebut, Iran juga tetap mempertahankan sekitar 70% peluncur rudal bergeraknya serta 70% stok rudal sebelum perang pecah. Kondisi ini menunjukkan keahlian militer Teheran belum lumpuh sepenuhnya meski dihantam serangan udara intensif selama berminggu-minggu.
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur daya paling strategis di dunia. Sekitar 20% perdagangan minyak dan gas alam cair dunia melintas di area sempit tersebut setiap harinya.
Iran sebelumnya sempat menutup akses Selat Hormuz bagi apa nan mereka sebut sebagai "kapal musuh" sebagai respons atas serangan AS dan Israel. Setelah itu, Teheran terus menegaskan haknya untuk mengontrol lampau lintas maritim di area tersebut serta memungut bea dari kapal nan melintas.
Situasi ini memperbesar kekhawatiran pasar dunia terhadap potensi gangguan pasokan daya bumi andaikan bentrok kembali meledak.
Di sisi lain, negosiasi antara Washington dan Teheran juga tetap menemui jalan buntu di mana kedua negara dilaporkan saling menolak proposal perdamaian terbaru pada akhir pekan lampau lantaran dianggap tidak dapat diterima. Trump apalagi disebut telah menerima pengarahan mengenai opsi serangan tambahan terhadap Iran andaikan pembicaraan kandas mencapai titik temu.
Washington menuntut Iran membongkar program nuklir dan rudal balistiknya. Namun, Teheran menolak keras permintaan tersebut dan menegaskan program pengayaan uranium mereka hanya ditujukan untuk kepentingan sipil.
Iran juga mengusulkan sejumlah syarat perdamaian, termasuk penghentian perang Israel melawan Hizbullah di Lebanon, pencabutan hukuman ekonomi, pembayaran tukar rugi, hingga pengakuan atas "kedaulatan" Iran di Selat Hormuz.
(sef/sef)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·