Dari Sistem Sobek Tiket ke E-Ticketing Percepat Digitalisasi Taman Nasional

Sedang Trending 2 jam yang lalu
Dari Sistem Sobek Tiket ke E-Ticketing Percepat Digitalisasi Taman Nasional Menhut Raja Juli Antoni(dok.istimewa)

MENTERI Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni meluncurkan aplikasi Ayo ke Taman Nasional. Peluncuran aplikasi ini merupakan upaya transformasi digital sekaligus mempermudah masyarakat dalam mengakses info dan jasa kunjungan ke taman nasional di seluruh Indonesia.

Peluncuran ini dilakukan dalam rangkaian pembukaan Indonesia Outdoor Festival (INDOFEST) nan dikenal sebagai momen ‘lebarannya para pendaki’. Raja Antoni mengungkapkan Indonesia mempunyai 57 Taman Nasional dan 143 Taman Wisata Alam, dimana tren kunjungan setiap tahunnya terus meningkat.

“Kunjungan ke Taman Nasional selalu naik tiap tahunnya. Ini menunjukkan tren nan menggembirakan bahwa anak-anak kita tidak hanya suka ke mall, tidak hanya mager main handphone di bilik masing-masing, tetapi outdoor activity sudah menjadi aktivitas mainstream nan setiap tahunnya meningkat,” ujar Raja Antoni di INDOFEST, Jakarta, Kamis (4/6).

Ia menegaskan, Kementerian Kehutanan mempunyai tanggung jawab untuk memastikan area konservasi nan dikunjungi masyarakat memberikan pengalaman nan kondusif dan nyaman. 

“Saya sebagai Menteri Kehutanan mempunyai tanggung jawab moral untuk memastikan taman nasional dan taman wisata alam nan bapak ibu kunjungi menjadi tempat nan aman, nyaman, dan memberikan pengalaman nan baik bagi seluruh pengunjung,” katanya.

Raja Antoni juga menyoroti pentingnya transformasi digital dalam pengelolaan taman nasional. Ia mengungkapkan bahwa saat pertama menjabat sebagai Menteri Kehutanan, sistem penjualan tiket di sejumlah area konservasi tetap dilakukan secara manual dengan sistem sobek tiket alias bonggol.

“Satu separuh tahun lampau saya masuk ke Kementerian Kehutanan, sistem tiketnya tetap sistem sobek. Saya merasa ini tidak efektif, tidak efisien, sekaligus tidak transparan dan akuntabel,” ujarnya.

Karena itu, Menhut Raja Antoni terus mendorong percepatan digitalisasi layanan, hingga saat ini, 93% Taman Nasional telah menerapkan sistem tiket elektronik. Selain itu, Kemenhut juga terus mengatasi beragam hambatan prasarana di area terpencil melalui pemanfaatan teknologi.

“Sekarang sudah 93% kita melakukan e-ticketing di taman nasional kita. Masih ada beberapa tempat nan mengalami hambatan internet dan listrik, tetapi kami mencari teknologi nan paling efisien, termasuk pemanfaatan solar panel, sehingga di tempat-tempat terpelosok sekalipun kita bisa menawarkan jasa e-ticketing nan lebih baik,” kata Raja Antoni.

Melalui aplikasi Ayo ke Taman Nasional, masyarakat dapat membeli tiket masuk Taman Nasional, memperoleh info destinasi, serta mengakses beragam jasa dalam satu platform terintegrasi.

“Hari ini saya dengan senang hati melaunching aplikasi Ayo ke Taman Nasional, sebuah platform nan kami harapkan dapat memudahkan masyarakat membeli tiket dan mencari info dengan lebih cepat. Transformasi digital merupakan salah satu cita-cita nan sekarang telah melangkah sekitar 93% dan diperkuat dengan hadirnya aplikasi ini,” tutupnya. (Cah/P-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia