Binti Mufarida
, Jurnalis-Jum'at, 25 September 2026 |07:19 WIB

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Teuku Faisal Fathani (foto: Okezone)
JAKARTA - Kemunculan daratan baru di wilayah perairan sekitar Gunung Api Anak Krakatau memunculkan rumor di masyarakat bahwa kejadian tersebut berpotensi menjadi “Cucu Krakatau”. Terkait kejadian tersebut, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Teuku Faisal Fathani menegaskan, bahwa pemantauan dan kajian gunung api merupakan kewenangan Badan Geologi.
“Kalau mengenai dengan vulkanologi, 127 gunung api itu pemantauan dan analisisnya ada di Badan Geologi ya. Jadi saya tidak berkomentar mengenai perihal itu,” kata Teuku Faisal Fathani di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis 24 September 2026.
Namun, Faisal menjelaskan, BMKG mempunyai tanggung jawab ketika aktivitas gunung api menghasilkan abu vulkanik. BMKG memantau arah dan kecepatan angin serta sebaran abu vulkanik nan dapat berakibat terhadap masyarakat maupun transportasi.
“Tapi BMKG bertanggung jawab ketika terjadi letusan, kemudian ada abu vulkanik, dia menyebar ke mana, lantaran untuk mengenai dengan arah angin, kecepatan angin, sebarannya itu ada tanggung jawabnya di BMKG dan juga kita menentukan SIGMET alias Significant Meteorological Information untuk menentukan apa pengaruh-pengaruh terhadap masyarakat luas, terhadap bandara-bandara, dan sebagainya, juga untuk keselamatan pelayaran dan penerbangan,” ujarnya.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari
Follow
Berita Terkait
Telusuri buletin news lainnya
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·