Ilustrasi(Dok Indofood)
MAHASISWA nan tengah menyusun tugas akhir sekarang mempunyai kesempatan memperoleh support pendanaan penelitian melalui Program Indofood Riset Nugraha (IRN) 2026–2027. Menariknya, program nan telah memasuki dua dasawarsa penyelenggaraan ini terbuka bagi mahasiswa strata satu (S1) dari seluruh bidang dan perguruan tinggi di Indonesia.
Program support dana riset nan diselenggarakan PT Indofood Sukses Makmur Tbk tersebut kembali mengangkat tema “Penelitian Pangan Fungsional Berbasis Potensi dan Kearifan Lokal”, dengan mendorong mahasiswa mengembangkan kekayaan sumber daya lokal Indonesia menjadi penemuan pangan nan berfaedah bagi kesehatan masyarakat.
Penerimaan proposal telah dibuka sejak 29 Mei dan bakal berjalan hingga 31 Agustus 2026. Proposal nan masuk selanjutnya bakal diseleksi oleh Tim Pakar IRN nan terdiri dari akademisi dan praktisi lintas disiplin ilmu. Sementara pengumuman penerima support biaya riset dijadwalkan pada Oktober 2026.
Ketua Program IRN sekaligus Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk, Suaimi Suriady, mengatakan selama 20 tahun pelaksanaannya, IRN tidak hanya menjadi program support biaya penelitian, tetapi juga wadah pembelajaran dan pengembangan kapabilitas bagi mahasiswa dari beragam wilayah di Indonesia.
“Selama dua dekade, IRN tidak hanya memberikan support biaya penelitian, tetapi juga menjadi wadah pembelajaran, kolaborasi, dan pengembangan kapabilitas bagi ribuan mahasiswa Indonesia. Ini menjadi corak nyata komitmen kami untuk turut mendukung tumbuhnya generasi peneliti muda Indonesia. Tahun ini kami mendorong lebih banyak mahasiswa untuk memanfaatkan kesempatan ini dan mengeksplorasi kekayaan pangan lokal Indonesia untuk masa depan pangan nan berkelanjutan,” ujarnya.
Berbeda dengan dugaan bahwa penelitian pangan hanya diperuntukkan bagi mahasiswa dari bagian teknologi pangan alias pengetahuan gizi, Program IRN terbuka bagi mahasiswa dari semua program studi selama topik penelitian nan diajukan sesuai dengan tema dan cakupan bagian nan telah ditetapkan.
Bidang penelitian nan dapat diajukan meliputi Agro-Teknologi (Budi daya), Teknologi Proses dan Pengolahan, Gizi dan Kesehatan Masyarakat, serta Sosial Budaya, Ekonomi, dan Pemasaran. Adapun objek penelitian dapat berasal dari beragam sumber daya berbasis potensi dan kearifan lokal, mulai dari sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, kelautan, peternakan, hingga sumber daya air.
Ketua Tim Pakar IRN sekaligus Guru Besar IPB University, Prof Purwiyatno Hariyadi, menilai potensi pangan lokal Indonesia tetap menyimpan banyak kesempatan untuk dikembangkan menjadi penemuan berbasis ilmiah nan berakibat bagi kesehatan masyarakat.
“Ada hubungan nan erat antara pangan dan kesehatan. Pangan tidak lagi sekadar pemenuhan gizi dan energi, melainkan penopang kesehatan nan krusial, terutama dalam meningkatkan daya tahan tubuh melalui asupan pangan fungsional. Kami mau mendorong mahasiswa di seluruh Indonesia untuk lebih peka, sensitif, dan eksploratif dalam mengangkat kearifan lokal serta potensi di sekitar mereka, lampau mentransformasikannya menjadi penemuan pangan fungsional nan berbasis ilmiah,” katanya.
Ia juga mengingatkan calon peserta agar memperhatikan kualitas proposal nan diajukan. Menurutnya, proposal nan baik tidak hanya memenuhi aspek teknis penulisan, tetapi juga menunjukkan relevansi dan kontribusi penelitian terhadap tema program.
“Proposal nan kuat bukan hanya soal teknis penulisan, melainkan soal relevansi dan kejelasan kontribusi riset terhadap tema program. Kesesuaian topik penelitian dengan tema pangan fungsional menjadi perihal nan penting. Pastikan latar belakang menjelaskan urgensi penelitian dengan baik, dan jangan lewatkan pemisah waktu pengumpulan,” ujarnya.
Untuk membantu mahasiswa memahami proses pendaftaran dan penyusunan proposal, Indofood bakal menggelar rangkaian sosialisasi Program IRN 2026–2027 secara daring dan luring di beragam universitas dan perguruan tinggi di seluruh Indonesia sepanjang Juni 2026.
Dalam aktivitas tersebut, mahasiswa dapat memperoleh info mengenai tema penelitian, sistem pendaftaran, kriteria seleksi, hingga tips menyusun proposal langsung dari Tim Pakar IRN.
Program Indofood Riset Nugraha pertama kali diluncurkan pada 2006 sebagai kelanjutan dari Program Bogasari Nugraha nan telah dirintis sejak 1998. Program ini merupakan bagian dari pilar CSR Indofood, Building Human Capital, nan berfokus pada pengembangan sumber daya manusia melalui support terhadap aktivitas penelitian mahasiswa.
Selama 20 tahun pelaksanaannya, IRN telah menerima lebih dari 8.300 proposal penelitian dan mendanai lebih dari 1.100 penelitian mahasiswa nan berasal dari lebih dari 200 universitas dan perguruan tinggi di seluruh Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa riset mahasiswa dapat menjadi salah satu sumber lahirnya penemuan nan berakar pada kekayaan sumber daya Indonesia. Di tengah meningkatnya perhatian terhadap pangan fungsional dan kesehatan preventif, peran generasi muda dalam mengembangkan potensi pangan lokal berbasis riset diperkirakan bakal semakin krusial pada masa mendatang.
Bagi mahasiswa nan sedang menyelesaikan tugas akhir, program ini menjadi kesempatan untuk memperoleh support pendanaan sekaligus berkontribusi menghadirkan solusi berbasis penelitian bagi masa depan pangan Indonesia. (E-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·