Damkar Butuh Alat Berat Padamkan Titik Api di TPA Liar Waringinkurung

Sedang Trending 4 minggu yang lalu

Jakarta -

Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Serang menyebut titik api di TPA liar di wilayah Waringinkurung, Kabupaten Serang, berada di dalam tumpukan sampah. Petugas damkar memerlukan perangkat berat untuk menangani kebakaran tersebut.

"Kami sudah melakukan pemadaman, bakal tetapi letak susah akses air dan kudu menggunakan perangkat berat untuk melakukan penguraian lantaran titik api terdapat di dalam timbunan sampah dengan kedalaman kurang lebih 3-7 meter," kata Call Center Pusdalops BPBD Kabupaten Serang, Sabtu (29/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ini, petugas damkar belum bertindak lantaran ada keterbatasan. Di lokasi, polisi memantau perkembangan kebakaran TPA liar tersebut.

"Untuk saat ini personil kami tarik mundur terlebih dulu lantaran unit kita terbatas dan di letak memerlukan perangkat berat. Di letak sekarang tetap dipantau oleh Polsek setempat," katanya.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Banten, Kombes Maruli Hutapea, mengatakan kejadian tersebut diketahui penduduk pada Jumat (28/8) sekitar pukul 18.00 WIB. Warga memandang api sudah menyala di Kampung Pranje, Desa Waringinkurung.

"Penyebab kejadian tidak diketahui. Sekira pukul 18.00 WIB, saat penduduk sekitar pulang dari mengambil rumput, mereka memandang api sudah menjalar besar. Anggota Polsek Waringinkurung langsung menuju TKP kebakaran lahan tersebut. Untuk sementara, api sedang coba dipadamkan," katanya.

Menurut Maruli, letak tersebut dulunya merupakan lahan jejak galian bata. Namun, letak itu kemudian digunakan menjadi tempat pembuangan sampah.

"Apabila (sampah) sudah penuh, bakal ditimbun oleh tanah," kata Maruli.

Kini api kembali muncul di TPA liar di Waringinkurung, Kabupaten Serang, Banten. Personel Polda Banten berbareng pemadam kebakaran tetap berada di letak untuk memadamkan api.

Dari foto nan dikirim Polda Banten, terlihat asap putih tetap mengepul di letak kejadian. Terlihat api muncul dari salah satu tumpukan sampah.

"Kondisi terkini (masih ada asap dan api)," ucap Kombes Maruli Hutapea.

(aik/amw)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News
↑