Dalih Bercanda Larang Siswi Berhijab, Kepsek di Tana Toraja Dicopot

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Tana Toraja -

Kepala SMPN 2 Bonggakaradeng, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatam Naomi didemosi hingga dicopot dari jabatannya. Sanksi itu imbas dia melarang siswi memakai jilbab. Kepsek tersebut mengaku hanya bercanda.

"Saya sudah tanda tangan sanksinya," kata Bupati Tana Toraja, Zadrak Tombeg, dilansir detikSulsel, Senin (3/8/2026).

Sanksi tersebut diteken Zadrak pada Senin (3/8). Keputusan ini ditetapkan bupati berasas hasil pemeriksaan dan rekomendasi tim penegakan disiplin ASN Tana Toraja.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Senada, Sekda Tana Toraja, Rudhy Andi Lolo mengaku ada dua hukuman nan diberikan kepada kepala sekolah (kepsek) itu. Salah satunya balasan demosi alias penurunan pangkat.

"Hukumannya, penurunan pangkat pembimbing mahir madya, turun ke pembimbing mahir muda. Pembebasan dari kedudukan struktural kepsek," ungkap Rudy.

Rudy menuturkan, hukuman tersebut membikin Naomi juga dimutasi ke sekolah lain. Kendati begitu, kebijakan itu bakal ditindaklanjuti Dinas Pendidikan (Disdik) Tana Toraja.

"Kalau saya lihat, kudu pindah. Tapi itu ranah dinas pendidikan," ujar Rudy.

Kepsek Ngaku Cuma Bercanda

Sementara itu, Kepsek Naomi mengaku sudah memberi penjelasan kepada orang tua siswi itu. Dia juga menyampaikan permohonan maaf mengenai larangan penggunaan jilbab bagi siswi.

"Saya sudah minta maaf dan tidak bakal mengulanginya lagi. Saya juga sudah ketemu orang tua siswa di sekolah," ucap Naomi.

Kepala SMP Negeri 2 Bonggakaradeng itu menyadari kesalahannya. Dia lantas berdasar bahwa ucapannya nan melarang siswi memakai jilbab hanya candaan.

"Saya tidak melarang, saya hanya bercanda. Memang salah juga kami jika sering berbual begitu," tuturnya.

Pengakuan Siswi

Larangan penggunaan jilbab bagi siswi muslim itu dilaporkan sudah sejak lama digaungkan kepala sekolah (kepsek). Puncaknya, kepsek kembali menegur siswi selepas upacara bendera di sekolah pada Senin (27/7/2026).

"Sudah berapa kali kami dilarang. Terakhir itu waktu di lapangan setelah upacara. Dia (kepsek) bilang, 'kenapa pakai jilbab lagi. Kalau tidak mau ikut aturan, mending sekolah di madrasah'," ujar salah satu siswi kepada detikSulsel, Rabu (29/7).

Di sekolah tersebut ada tujuh siswi muslim nan diduga diintimidasi oleh kepsek. Siswi nan memakai jilbab juga dilarang terlibat dalam lomba mobilitas jalan memperingati HUT ke-81 RI pada 17 Agustus mendatang.

"Semua nan pakai hijab dilarang pakai hijab. Kami nan tujuh orang juga tidak dibolehkan ikut mobilitas jalan 17 Agustus jika tetap pakai hijab," ujarnya.

Baca selengkapnya di sini dan di sini

(idh/dhn)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News