Daftar 8 Stimulus Ekonomi Mulai Juli-Desember, Total Rp 26,34 Triliun

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Jakarta -

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengumumkan stimulus ekonomi nan bakal diberikan sepanjang semester II-2026. Stimulus diberikan berasas pengarahan Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong konsumsi domestik dan pencapaian sasaran pertumbuhan ekonomi di tengah gejolak global.

Airlangga mengatakan total anggaran untuk support sepanjang semester II-2026 mencapai Rp 26,34 triliun. Terdapat delapan kebijakan nan dibagi dalam tiga pilar ialah stimulus dan insentif, magang dan vokasi, serta support pangan.

"Total stimulus nan dikeluarkan oleh pemerintah untuk di semester II ini nilainya sekitar Rp 26,34 triliun," kata Airlangga dalam konvensi pers di Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta Pusat, Senin (22/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut daftar stimulus ekonomi sepanjang semester II-2026:

1. Tarif Khusus PPh Final Royalti Penulis

Penetapan tarif unik Pajak Penghasilan (PPh) Final Royalti sebesar 1,5%, bagi penulis nasional.

2. Diskon transportasi dan insentif transportasi udara periode libur sekolah

Potongan tarif 30% nilai tiket untuk kereta api (periode 20 Juni-5 Juli) dan tarif dasar untuk kapal Pelni (periode 20 Juni-15 Agustus), serta cuma-cuma tarif jasa kepelabuhan ASDP (periode 20 Juni-5 Juli). Anggaran untuk program ini Rp 190,5 miliar dengan sasaran 3 juta penumpang.

Selain itu, terdapat subsidi penuh terhadap Pajak Pertambahan Nilai (PPN) ditanggung pemerintah (DTP) 100% untuk tiket pesawat berjadwal domestik kelas ekonomi. Anggaran untuk program ini Rp 472,7 miliar dengan sasaran 2,3 juta penumpang.

3. Diskon transportasi periode libur Natal & Tahun Baru

Selain periode libur sekolah, terdapat potongan tarif 30% nilai tiket untuk kereta api periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) ialah 22 Desember 2026-4 Januari 2027 dan 30% tarif dasar untuk kapal Pelni (periode 17 Desember 2026-10 Januari 2027), serta cuma-cuma tarif jasa kepelabuhan ASDP (periode 22 Desember 2026-10 Januari 2027). Anggaran untuk program ini Rp 161,4 miliar dengan sasaran 2,8 juta penumpang.

Selain itu, terdapat subsidi penuh PPN DTP 100% untuk tiket pesawat berjadwal domestik kelas ekonomi. Anggaran untuk program ini Rp 722 miliar dengan sasaran 3,7 juta penumpang.

4. Insentif impor LPG dan bahan baku plastik

Bea masuk 0% atas impor LPG bagi industri petrokimia (estimasi total faedah Rp 2,25 triliun vs kehilangan pendapatan negara Rp 360 miliar per tahun), serta bea masuk 0% atas bahan baku plastik dan penurunan bea masuk impor suku cadang pesawat dengan anggaran Rp 500 miliar.

5. Program magang

Program magang dilanjutkan mulai Juli 2026 dengan alokasi biaya Rp 4,14 triliun nan menyasar total 150 ribu peserta.

6. Pelatihan vokasi

Anggaran sebesar Rp 2,12 triliun untuk peningkatan keahlian kompetensi tenaga kerja. Program ini difokuskan unik kepada 220 ribu lulusan SMK, serta 50 ribu pekerja terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK).

7. Bantuan beras 10 kg

Bantuan beras 10 kg dilanjutkan untuk 33,24 juta penerima selama tiga bulan mulai Juli-September 2026. Perkiraan anggaran untuk program ini Rp 17,54 triliun (belum termasuk biaya operasional).

8. Bantuan stabilisasi nilai dan pasokan pangan (SPHP) kedelai

Bantuan SPHP kedelai untuk perajin tahu/tempe paling tinggi sebesar Rp 2.000/kg untuk total kuota 250 ribu ton pada tahap pertama. Program ini bertindak untuk wilayah nan nilai kedelainya di atas nilai referensi pembelian (HAP) dengan anggaran Rp 500 miliar.

(aid/hns)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance