Dadan Usai Haji: Pagi Temani Prabowo, Malam Dicopot, Besoknya Ditahan

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Bekas Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menahan Dadan di Rutan Salemba untuk keperluan penyidikan, Rabu (3/6).

Penetapan Dadan sebagai tersangka hanya berselang hari setelah Presiden Prabowo Subianto mencopotnya dari kedudukan Kepala BGN, Selasa (2/6) malam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Padahal pagi harinya, Dadan menghabiskan waktu berbareng Prabowo meninjau langsung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Palmerah, Jakarta Barat.

Dadan bahkan kudu mempercepat kepulangannya dari ibadah haji demi menemani agenda presiden tersebut.

Malam itu, Dadan tentunya tak menyangka bakal dijemput paksa oleh abdi negara tak lama setelah pengumuman dari Istana tentang pencopotannya.

Buru-buru pulang haji

Sebelum terjerat kasus, Dadan sempat menunaikan ibadah haji pada 20 Mei lalu. Ia berangkat melalui jalur reguler, ialah jalur nan diselenggarakan Kementerian Agama dengan biaya lebih terjangkau dan masa tunggu lebih panjang.

Dadan dijadwalkan pulang ke tanah air pada 4 Juni. Namun, dia mempercepat kepulangannya lantaran ada agenda krusial berbareng Presiden Prabowo Subianto pada Selasa, 2 Juni.

Temani Prabowo kunjungi SPPG

Selasa (2/6) pagi, Prabowo meninjau langsung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Palmerah, Jakarta Barat.

Dadan menyambut langsung kehadiran Prabowo pada pukul 09.30 WIB, berbareng Kepala SPPG Palmerah.

Prabowo saat itu meninjau beragam area SPPG, mulai dari area green house, akomodasi hidroponik dan bioflok, hingga dapur.

Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan sarana, sistem operasional, serta rantai pendukung dalam penyelenggaraan program pemenuhan gizi nasional sesuai dengan standar.

Pada siang harinya, Prabowo melanjutkan tinjauan ke SMPN 111 Jakarta. Dalam peninjauan tersebut, Prabowo memasuki sejumlah ruang kelas untuk memandang langsung penyelenggaraan program MBG.

Prabowo menyaksikan ketika para siswa menikmati hidangan nan disediakan. Prabowo juga menyempatkan diri berbincang dengan para murid.

Dicopot Prabowo

Pada malam harinya, Prabowo mencopot Dadan beserta dua wakil kepala BGN, Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan selama 1,5 tahun, ada catatan-catatan terhadap penyelenggaraan program MBG.

"Ada nan berkenaaan dengan masalah kedisiplinan di dalam menjalankan SOP, ada nan berkenaan dengan masalah kedisiplinan di dalam menjalankan tata kelola, termasuk kedisiplinan di dalam menjaga kualitas dari makanan nan semestinya sudah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional," kata Prasetyo Hadi dalam konvensi pers, Selasa (2/6).

Posisi Dadan digantikan oleh Nanik Sudaryati Deyang. Sementara wakil kepala BGN sekarang dijabat Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono.

Dadan sempat bersuara usai dicopot Prabowo. Ia mengatakan pergantian posisi merupakan kewenangan absolut presiden.

"Pergantian Anggota Kabinet merupakan kewenangan absolut penuh Bapak Presiden RI. Beliau mengerti betul nan terbaik untuk melaksanakan program kerja nan dicanangkan," kata Dadan kepada wartawan, Selasa.

Dadan lantas mengucapkan terima kasih kepada Prabowo atas kesempatan nan diberikan di kabinet. Ia percaya Prabowo bakal memimpin Indonesia dengan sukses dan membawa kesejahteraan.

"Saya berterima kasih tidak terhingga lantaran telah diberi kesempatan menjadi Anggota Kabinet Merah Putih nan tidak pernah terbayangkan sebelumnya," ujarnya.

Dadan juga mengucapkan selamat kepada para ketua baru di BGN. Ia percaya program besutan Prabowo tersebut bakal semakin membawa faedah bagi para penerima.

"Selamat bekerja kepada Pimpinan BGN nan baru. Insyaallah bakal membawa program MBG makin berbobot dan bermafaat untuk seluruh Penerima Manfaat," ucapnya.

Dijemput paksa

Tak lama setelah pengumuman pencopotan Dadan oleh pihak Istana, interogator Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus bergerak menjemput paksa Dadan malam-malam di kediamannya di Bogor.

Dadan nan memakai kaus polo hitam digiring interogator menuju sebuah mobil. Malam itu juga dia diperiksa secara intensif di Gedung Bundar Kejagung.

Selain Dadan, Kejagung turut membagikan momen penjemputan paksa terhadap eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung.

Lodewyk dijemput paksa di rumahnya, area Matraman, Jakarta.Sony Sonjaya dibawa dari sebuah hotel di Jakarta. Kejaksaan Agung tidak merinci nama hotel tempat Sony dijemput paksa.

Kantor BGN digeledah Kejagung

Malam berganti hari, Rabu (3/6) pagi buta, Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) menggeledah instansi BGN. Penyidik datang selepas tengah malam pukul 02.00 WIB.

Karena penggeledahan ini, tenaga kerja dan staf tak bisa memasuki gedung.

Menurut sumber CNN Indonesia, saat penggeledahan, Dadan sudah berada di Kejagung.

Penggeledahan instansi BGN ini sendiri dilakukan setelah ramai rumor dugaan praktik jual beli titik SPPG.

"Pintu masuknya itu, setelah itu baru masuk kelak jual-beli titik nan dilakukan oleh oknum (BGN)," ujar sumber CNN Indonesia lainnya.

Selain Dadan, Kejagung juga memeriksa dua orang lainnya mengenai kasus di BGN. Keduanya ialah eks wakil kepala BGN, Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya.

Dadan Cs ditahan

Pada pukul 17.00 WIB, Dadan keluar dari gedung Kejagung dengan mengenakan rompi tahanan berwarna merah muda alias pink.

Ia tertunduk lesu dan memasuki mobil tahanan. Dadan tutup mulut terhadap pertanyaan sejumlah wartawan di lokasi.

Tak lama kemudian, Sony dan Lodewyk juga keluar dengan mengenakan rompi pink dari gedung Kejagung.

Ketiganya resmi ditahan usai ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejagung.

"Pada kesempatan hari ini, Rabu, 3 juni 2026, tim interogator Jampidsus setelah melakukan rangkaian investigasi telah menetapkan 3 orang tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan tata kelola program Makan Bergizi Gratis alias MBG pada Badan Gizi Nasional (BGN) pada tahun 2025-2026 ," ujar Plh Kapuspenkum Kejagung, Mochamad Jeffry dalam konvensi pers di depan Gedung Bundar Kejagung, Jakarta Selatan, Rabu (3/6).

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejagung Syarief Sulaeman Nahdi menjelaskan penetapan tersangka tiga mantan petinggi BGN ini mengenai dugaan korupsi mark up proyek pengadaan sejumlah barang, termasuk motor listrik, sepatu, dan tablet.

"Pengadaan motor listrik sebanyak 21.801 unit dengan total pengadaan sekitar Rp1 triliun, pengadaan 32.000 pasang sepatu nan tidak sesuai ketentuan dan adanya mark up, pengadaan tablet sebanyak 31.000 sekian nan tidak sesuai ketentuan dan adanya mark up, dan pengadaan tv 75 inchi sebanyak 5.400 unit nan tidak sesuai ketentuan dan adanya mark up," kata Syarief dalam konvensi pers di Kejaksaan Agung.

Syarief berujar dari kasus dugaan mark up ini, negara mengalami kerugian. Para tersangka disangkakan melanggar Pasal 603 dan pasal 604 Juncto pasal 20 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Syarief menerangkan dugaan persoalan awal terjadi ketika penunjukan yayasan sebagai pengelola SPPG alias dapur MBG.

Sejumlah yayasan rupanya terafiliasi dengan pejabat alias tenaga kerja BGN dan tak memenuhi syarat untuk menjadi mitra SPPG. Karena afiliasinya, yayasan ini tetap ditunjuk dan dilakukan pengaturan verifikasi dengan adanya atensi dari Dadan, Lodewyk, dan Sony.

"Dan yayasan-yayasan tersebut mendapatkan insentif miliaran rupiah setiap hari. Dan yayasan-yayasan tersebut terafiliasi di antaranya dimiliki oleh kerabat DH, kerabat SS, dan kerabat LP," ujarnya.

Rumah Dadan Cs digeledah

Selain instansi BGN, kediaman Dadan, Lodewyk, dan Sony turut digeledah oleh Kejagung.

Syarief mengatakan ada enam letak nan digeledah dalam kasus ini. Beberapa letak dimaksud ialah instansi BGN dan rumah ketiga eks petinggi BGN.

Syarief menjelaskan dari hasil penggeledahan itu, interogator menyita sejumlah peralatan bukti berupa dokumen, dan peralatan elektronik berupa laptop dan HP.

Prabowo buka suara

Prabowo sudah angkat bunyi mengenai pencopotan hingga penetapan tersangka para mantan petinggi BGN.

Dalam pernyataan di Rapat Konsolidasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Prabowo mengaku sedih lantaran kudu mencopot Dadan, Lodewyk, dan Sony nan notabene orang-orang nan dia percaya.

"Saya sebetulnya, hari ini, saat ini sebetulnya saya sedih. Saya tidak bisa tutupi bahwa saya dalam dalam keadaan sedih. Karena, saya terpaksa mengganti orang-orang nan saya, sebenarnya nan saya sayangi, orang nan saya percaya, orang nan saya berikan tugas untuk negara nan sangat berat," ujar Prabowo di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Rabu.

Meski begitu, Prabowo enggan banyak berkomentar lantaran ketiganya tersandung masalah hukum. Ia tak mau dianggap memengaruhi jalannya penyelidikan.

"Yang jelas, mengganti mereka [di BGN] tidak ringan bagi saya. Tapi, saya ingat kata almarhum ayahanda saya, Prof Sumitro, pernah mengatakan kepada saya, 'Prabowo jika satu saat dalam bingung, keadaan ragu, ingat! Berpihaklah selalu kepada rakyatmu'," kata Prabowo.

Masih dalam kesempatan nan sama, Prabowo mengatakan dia sebetulnya sudah mendapat laporan soal indikasi penyelewengan di BGN. Oleh lantaran itu, dia mengkroscek laporan tersebut ke Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) hingga Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

"Jadi saya waktu dapat laporan itu, saya panggil Kepala BPKP dan juga kepala PPATK dan pejabat lain, tolong saya dapat laporan tentang BGN ini," kata dia.

Prabowo menekankan komitmen untuk menjaga integritas dan keberhasilan program MBG andalannya. Dia menegaskan tidak ada ruang bagi penyimpangan dan penyalahgunaan kepercayaan.

(blq/gil)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional