Curiosity NASA Temukan Lubang Aneh di Batuan Mars, Jadi Teka-teki Baru

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Curiosity NASA Temukan Lubang Aneh di Batuan Mars, Jadi Teka-teki Baru Ilustrasi(Doc NASA)

Rover Curiosity milik NASA, robot penjelajah Mars nan ukurannya kira-kira sebesar mobil kecil, menemukan fitur tak biasa saat menjelajahi permukaan Planet Merah. Menggunakan kamera Mars Hand Lens Imager (MAHLI), Curiosity memotret sebuah lubang lebar pada batuan dasar di area kerjanya. Lubang tersebut mempunyai diameter sekitar 1 sentimeter.

Kamera MAHLI nan berada di ujung lengan robotik Curiosity mengambil sejumlah gambar dengan konsentrasi berbeda. Gambar-gambar tersebut kemudian digabungkan menjadi satu komposit agar sebanyak mungkin bagian permukaan lubang dapat terlihat jelas 

NASA mencatat, lubang pada batuan bukanlah sesuatu nan tidak biasa. Namun, fitur nan ditemukan kali ini mempunyai corak nan lebih lebar dan dangkal serta tidak menunjukkan barang nan jelas pernah berada di dalamnya.

Lubang Lebar dan Dangkal Jadi Teka-teki Baru

Curiosity menjelaskan, lubang pada batuan dapat terbentuk ketika nodul alias kerikil nan lebih tahan terhadap pelapukan terlepas dari batuan induknya. Setelah material tersebut hilang, bagian nan ditinggalkannya menjadi ruang kosong pada batuan. 

Lubang nan ditemukan mempunyai corak lebih lebar dan dangkal, sementara tidak ada barang nan terlihat sebagai material nan sebelumnya mengisi bagian tersebut.

Untuk mempelajarinya lebih lanjut, dua kamera NASA MAHLI dan Mastcam mengambil mosaik stereo dari rangkaian gambar tersebut. Hasil pengamatan tersebut dapat digunakan untuk membikin model elevasi digital sehingga corak dan struktur lubang dapat dipelajari dengan lebih rinci.

Pengamatan itu ditujukan untuk membantu tim memahami proses nan memengaruhi bagian batuan tertentu di Gunung Sharp. NASA menyebut fitur tersebut sebagai teka-teki baru dalam mempelajari proses nan membentuk lapisan batuan di area tersebut.

Curiosity Periksa Lapisan Batuan di Sekitarnya

Selain mengawasi lubang, Curiosity juga mempelajari batuan dasar di sekitarnya. Kamera Mastcam merekam lapisan batuan nan mempunyai perubahan tekstur dan struktur dalam jarak vertikal nan relatif pendek.

Perubahan tersebut dapat menjadi petunjuk adanya perbedaan kondisi saat lapisan batuan terbentuk. Sementara itu, ChemCam, MAHLI, dan APXS menganalisis lapisan berwarna abu-abu dengan tekstur kasar dan lebih tahan dibandingkan batuan induknya.

ChemCam juga mengawasi batuan apung abu-abu mini nan tersebar di area kerja. Pengamatan tersebut dilakukan untuk membantu tim memahami asal-usul batuan tersebut.

Sejumlah Wilayah Mars Turut Diamati

Bukit Cordillera ikut menjadi salah satu sasaran pengamatan Curiosity, melalui pengambilan mosaik gambar menggunakan Mastcam dan pengamatan lebih terfokus dengan instrumen ChemCam.

Bukit Tolhuaca dan Potosí, nan berada lebih jauh ke selatan di sepanjang Valle Grande, juga menjadi sasaran pengamatan. ChemCam digunakan untuk mencari kemungkinan pola perlapisan silang serta menilai mineralogi material gelap nan menutupi Potosí.

Curiosity juga memantau kemungkinan angin besar debu regional. Beberapa instrumen digunakan dengan gelombang lebih tinggi dari biasanya untuk mengawasi kondisi tersebut, termasuk:

  • REMS
  • Mastcam
  • Navcam

Menjelang akhir pekan, angin besar debu regional nan dipantau Curiosity mulai mereda. 

Sementara itu, lubang lebar dan dangkal di Gunung Sharp menjadi teka-teki baru bagi tim lantaran bentuknya berbeda dari fitur nan pernah diamati sebelumnya. Meski hanya berdiameter sekitar 1 sentimeter, fitur tersebut terus diteliti untuk memahami proses nan membentuk batuan di area tersebut. 

Sumber: NASA

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia