Curhat Dolar Rp18.000, Pengusaha Mulai Berpikir Percepat PHK

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah situasi nilai tukar rupiah terhadap dolar US nan terus melemah sampai menyentuh Rp 18.000/US$ membikin pelaku upaya curhat menghentikan pembukaan lowongan kerja baru demi efisiensi. Bahkan lebih jauh ada nan mempercepat rencana PHK pekerja lantaran sudah tak kuat menahan arus kas usaha.

Hal Ini disampaikan Ketua Gabungan Pengusaha Eksportir Indonesia (GPEI) Benny Soetrisno kepada CNBC Indonesia, Kamis (4/6/2026).

"Sudah lama sebenarnya stop lowongan kerja. Justru dengan adanya situasi saat ini, justru keputusannya adalah proses PHK dipercepat, jika ada tenaga kerja nan tak perlu lagi, maka PHK dipercepat, nan dijaga pengusaha itu cashflow," katanya.

Selain menjaga arus kas, dan efisiensi, pengusaha menilai tekanan terhadap rupiah tak jelas kapan berakhir, apalagi kapan kembali menguat tak ada kepastian, tak ada nan mengetahuinya.

Ia mencontohkan di sektor Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) ada sektor nan sangat tertekan, ialah industri busana nan bahan baku impor pakai dolar tapi pasar produk jadinya dalam corak rupiah di dalam negeri.

Namun, untuk sektor konsentrasi ekspor, justru pelemahan rupiah menguntungkan. Pengusaha pun tetap bisa mengimpor bahan baku dengan Yuan nan impornya dari China.

"Saat dolar sedang tinggi, iba nan impor bahan bakunya pakai dolar, tapi dijual pakai rupiah, pasti rugi," katanya.

Benny juga menegaskan situasi tekanan terhadap rupiah saat ini tak bisa disamakan dengan kondisi pada 1998. "Tentu beda dengan 1998, dulu persediaan devisa kita kecil, sekarang di atas US$ 100 miliar," katanya.

(hoi/hoi)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News