Cuci Motor atau Mobil Perlu Kasih Tip? Begini Pendapat teman kumparan

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Ilustrasi Cuci Mobil Foto: dok. Istimewa

Kebiasaan memberikan tip setelah mendapatkan pelayanan sudah menjadi perihal nan umum dilakukan di Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa. Tip biasanya diberikan sebagai corak apresiasi alias ucapan terima kasih atas jasa nan diberikan.

Berbeda dengan upah, tipping merupakan duit tambahan di luar pembayaran utama nan diberikan secara sukarela. Salah satu praktiknya bisa ditemui saat menggunakan jasa cuci motor.

Beberapa pengguna memilih memberikan tip kepada pegawai nan mencuci alias mengelap kendaraannya sebagai corak apresiasi atas pelayanan nan diberikan. Nominalnya pun beragam, tergantung pada kepuasan dan kebiasaan masing-masing pelanggan.

Namun, praktik memberikan tip nyatanya tetap menimbulkan perbedaan pandangan bagi sebagian orang, termasuk kawan kumparan. Kira-kira, gimana pendapat mereka soal kebiasaan memberikan tip kepada pegawai cuci kendaraan?

Pandangan kawan kumparan soal Pemberian Tip Cuci Kendaraan

Ilustrasi Cuci Mobil Foto: dok. Istimewa

Menurut kawan kumparan Hadi (36), memberikan tip setelah motornya dicuci merupakan salah satu corak apresiasi kepada para pegawai. Apalagi, dia biasanya membawa motor dalam kondisi sangat kotor sehingga pencuci perlu membersihkan hingga ke sela-sela bagian dalam nan cukup susah dijangkau.

Tip nan biasanya diberikan Hadi berkisar Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu, tergantung nilai jasa cuci motor. Menurutnya, kebiasaan sederhana tersebut krusial dilakukan lantaran bisa menambah pemasukan dan semangat kerja para pegawai.

“Selain corak apresiasi, juga untuk menambah pemasukan dari pekerja jasa cucinya dan bisa menambah semangat bekerja juga,” tuturnya.

Ilustrasi cuci motor. Foto: Bikewale

Di sisi lain, kawan kumparan Ulfa (32) juga mengaku terbiasa memberikan tip setelah kendaraan pribadinya selesai dicuci. Baginya, memberikan tip sudah menjadi kebiasaan, terutama ketika dia merasa puas dengan hasil kerja petugas nan mencuci kendaraannya.

Salah satu perihal nan membikin Ulfa tergerak memberikan tip adalah keahlian para petugas, terlebih dia cukup sering mencuci kendaraan saat malam hari. “Yang memutuskan saya untuk kasih tip adalah keahlian mereka, kum. Aku tuh sering banget cuci kendaraan sepulang kerja, otomatis malam, dan cari nan 24 jam,” tuturnya.

Ia menilai para petugas tetap bekerja dengan maksimal meskipun sudah larut malam. “Biasanya kan jika sudah malam orang malas untuk aktivitas, ya. Tapi si petugas steam justru semangat-semangat banget dan nyucinya itu nggak setengah-setengah, kum. Pasti perincian dan bersih,” sambungnya.

Untuk nominalnya, Ulfa menyesuaikan tip dengan nilai jasa cuci kendaraan. Jika nilai steam berada di kisaran Rp 25 ribu hingga Rp 100 ribu, dia biasanya memberikan tip sekitar Rp 10 ribu hingga Rp 25 ribu.

Ilustrasi cuci mobil. Foto: dok. myfirstuk

Sementara itu, pendapat berbeda disampaikan kawan kumparan Bowo (35). Ia mengaku nggak menganggap pemberian tip sebagai sesuatu nan wajib dilakukan setiap kali mencuci kendaraan.

Bowo biasanya memberikan tip ketika pegawai menunjukkan pelayanan nan menurutnya baik, seperti bersikap ramah, menyapa, alias membantu saat hendak menyeberang.

Menurut Bowo, pemberian tip sebaiknya tetap disesuaikan dengan kondisi dan pelayanan nan diterima. Apalagi, dia menilai nilai jasa cuci mobil dan motor saat ini sudah cukup tinggi sehingga memberikan tip nggak kudu dianggap sebagai kewajiban.

Nikmati serunya sharing hal-hal seru dengan ribuan kawan baru di organisasi kawan kumparan. Klik kum.pr/temankumparan

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan