Cuaca Panas Ekstrem, DPR Ingatkan Jemaah Haji Waspadai Heatstroke

Sedang Trending 45 menit yang lalu
Cuaca Panas Ekstrem, DPR Ingatkan Jemaah Haji Waspadai Heatstroke Ilustrasi(Antara)

ANCAMAN cuaca panas ekstrem menjadi perhatian serius. Suhu tinggi nan menyelimuti Makkah dan Madinah tidak hanya menguras tenaga. Kondisi ini berpotensi menakut-nakuti keselamatan jemaah haji, terutama mereka nan lanjut usia dan mempunyai riwayat penyakit tertentu.

Komisi VIII DPR RI mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap akibat heatstroke alias serangan panas selama menjalankan rangkaian ibadah haji. Anggota Komisi VIII DPR RI, Dini Rahmania, meminta seluruh jemaah Indonesia mematuhi pengarahan petugas kesehatan dan petugas haji demi menjaga kondisi bentuk tetap stabil di tengah cuaca ekstrem.

“Jemaah juga kudu mematuhi pengarahan petugas kesehatan dan petugas haji demi keselamatan bersama. Jangan memaksakan diri andaikan kondisi tubuh kurang fit, lantaran kesehatan dan keselamatan jemaah kudu menjadi prioritas utama agar ibadah melangkah lancar dan khusyuk,” kata Dini dalam keterangannya, Minggu (17/7).

Menurutnya, kesadaran menjaga kesehatan selama berada di Tanah Suci menjadi bagian krusial dari ikhtiar ibadah. Banyak jemaah nan tetap memaksakan aktivitas di bawah terik mentari meski kondisi tubuh mulai melemah. Padahal, kondisi tersebut dapat memicu heatstroke, ialah keadaan ketika suhu tubuh meningkat drastis akibat paparan panas berlebihan alias dehidrasi.

Heatstroke merupakan kondisi medis serius nan bisa menyerang siapa saja, terutama di tengah suhu ekstrem seperti nan terjadi di Arab Saudi saat musim haji. Gejalanya meliputi pusing, tubuh lemas, mual, kulit terasa panas, hingga kebingungan alias kehilangan kesadaran. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat membahayakan jiwa.

Politisi Fraksi Partai NasDem itu mengimbau jemaah untuk menjaga daya tahan tubuh dengan disiplin memenuhi kebutuhan cairan dan nutrisi selama menjalankan ibadah.

“Perbanyak konsumsi air putih dan vitamin, serta menghindari aktivitas berlebihan di bawah terik matahari,” ujar Dini.

Peringatan serupa juga disampaikan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi melalui media sosial resminya. Otoritas haji Arab Saudi meminta jemaah meningkatkan kewaspadaan terhadap suhu panas nan terus meningkat di Tanah Suci. 

Dalam imbauannya, jemaah diminta rutin minum air tanpa menunggu rasa haus, menggunakan pelindung seperti payung berwarna terang, serta beristirahat secara berkala di tempat teduh. Langkah sederhana tersebut dinilai sangat krusial untuk mencegah kelelahan akibat suhu tinggi nan dapat berkembang menjadi kondisi medis berbahaya.

Imbauan tersebut menjadi pengingat ibadah haji bukan hanya memerlukan kesiapan spiritual, tetapi juga kesiapan bentuk nan prima. Di tengah cuaca ekstrem nan tidak bisa dihindari, disiplin menjaga kesehatan menjadi kunci agar jemaah dapat menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk.

Dengan menjaga pola hidrasi, mengenali indikasi heatstroke sejak dini, serta mematuhi pengarahan petugas, diharapkan jemaah haji Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang di tengah tantangan cuaca panas ekstrem di Tanah Suci. (Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia