Cremonese vs Como 1-4: Cetak Sejarah, I Lariani Lolos ke Liga Champions

Sedang Trending 52 menit yang lalu
 Cetak Sejarah, I Lariani Lolos ke Liga Champions Como resmi mengamankan tiket Liga Champions setelah melibas Cremonese 4-1. Hasil ini sekaligus mengirim tuan rumah terdegradasi ke Serie B.(Como)

COMO sukses mengukir sejarah besar setelah dipastikan lolos ke Liga Champions musim depan. Kepastian ini didapat usai armada Cesc Fabregas meraih kemenangan telak 1-4 atas Cremonese di laga terakhir Serie A, nan sekaligus mengirim tim tuan rumah turun kasta ke Serie B.

Pertandingan penutup musim ini menjadi laga hidup-mati bagi kedua tim nan mengusung misi berbeda. Pihak Cremonese tampil pincang setelah diserang pandemi penyakit perut serta angin besar cedera pemain utama seperti Warren Bondo, Martin Payero, hingga Antonio Sanabria. Di kubu Como, bintang utama mereka, Nico Paz, juga terpaksa mengawali laga dari bangku persediaan akibat masalah otot.

Nasib jelek langsung menimpa pembimbing Cremonese, Marco Giampaolo, nan kudu kehilangan Youssouf Maleh akibat cedera otot saat laga baru melangkah beberapa menit.

Como sukses membuka kelebihan terlebih dulu di babak pertama. Berawal dari tindakan Assane Diao nan mengirimkan umpan silang dari sisi kiri, bola kemudian disambar oleh Tasos Douvikas. Meski tendangan tersebut sempat ditepis kiper Emil Audero, sapuan bola nan kurang sempurna dari Giuseppe Pezzella langsung dimanfaatkan oleh Jesus Rodriguez untuk mencetak gol pembuka Como.

Memasuki babak kedua, Como langsung tancap gas dan menggandakan keunggulan. Kali ini giliran Jesus Rodriguez nan bertindak sebagai pembuat dengan melepaskan umpan matang nan diselesaikan secara sempurna oleh Tasos Douvikas di tiang jauh.

Cremonese sempat memperkecil ketertinggalan setelah dihadiahi penalti akibat pelanggaran Jacobo Ramon terhadap Jamie Vardy di kotak terlarang. Federico Bonazzoli nan maju sebagai penyelenggara sukses menjalankan tugasnya dengan baik sehingga mengubah skor menjadi 1-2.

Namun, tensi pertandingan mendadak memanas setelah wasit meninjau Video Assistant Referee (VAR). Wasit menjatuhkan balasan penalti bagi Cremonese lantaran menilai Matteo Bianchetti melakukan pelanggaran akibat mengangkat kaki terlalu tinggi saat memblok tendangan voli Douvikas. Keputusan kontroversial ini memicu kemarahan kubu tuan rumah nan berujung pada kartu merah bagi Milan Djuric, David Okereke, dan Alberto Grassi akibat melakukan protes keras. Lucas Da Cunha nan maju sebagai pengeksekusi penalti sukses membawa Como menjauh dengan skor 1-3.

Unggul jumlah pemain membikin Como semakin leluasa. Da Cunha mencetak gol keduanya sekaligus menutup pesta kemenangan Como menjadi 1-4 setelah melepaskan tembakan mendatar nan mengecoh penjaga gawang di tiang dekat. Como sempat mencetak gol kelima melalui Alvaro Morata, namun dianulir lantaran dia sudah berada dalam posisi offside saat menerima umpan Sergi Roberto.

Setelah peluit panjang dibunyikan, berita ceria datang dari San Siro nan menyatakan AC Milan menelan kekalahan di kandang. Berkat kelebihan rekor pertemuan (head-to-head) atas Milan, hasil tim lain pun menjadi tidak relevan. Como resmi mengunci posisi mereka di area empat besar dan berkuasa tampil di panggung tertinggi Eropa musim depan. (Football-Italia/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia