Cimahi perkuat ekosistem ekonomi imajinatif berbasis pengembangan SDM.
, CIMAHI, – Pemerintah Kota Cimahi, Jawa Barat, memfokuskan penguatan ekosistem industri imajinatif melalui pengembangan sumber daya manusia (SDM) nan didukung oleh kekuasaan masyarakat usia produktif. Langkah ini diungkapkan oleh Sekretaris Daerah Kota Cimahi, Maria Fitriana, pada Jumat.
Maria Fitriana menjelaskan bahwa 67,3 persen dari total populasi Cimahi, ialah sekitar 390,27 ribu orang, berada pada usia produktif. Ini menjadi modal utama untuk mengembangkan sektor imajinatif di wilayah tersebut. Sejak 2009, pembangunan ekosistem industri imajinatif dilakukan melalui penguatan sistem penemuan daerah, nan menjadi fondasi bagi sektor animasi dan media digital.
Salah satu prasarana utama nan dikembangkan adalah Baros Information Technology and Creative (BITC) nan diresmikan pada 2012. Fasilitas ini berfaedah sebagai pusat inkubasi, pelatihan, serta ruang kerja berbareng bagi pelaku industri kreatif, termasuk sektor animasi.
Subsektor Unggulan Ekonomi Kreatif Cimahi
Kota Cimahi saat ini mempunyai empat subsektor unggulan ekonomi kreatif, ialah makanan dan minuman, kerajinan, tekstil dan produk tekstil, serta animasi dan media kreatif. Ekosistem industri animasi di Cimahi telah melahirkan lebih dari 20 hingga 30 studio imajinatif aktif, dengan ribuan karya animasi dan konten digital nan dipasarkan melalui beragam platform.
Program pengembangan ekosistem imajinatif juga mencatat pencapaian nilai ekonomi sekitar Rp1,2 miliar dari program penguatan berbasis organisasi dan studio lokal. Pemerintah Kota Cimahi juga mengembangkan beragam program pelatihan, kompetisi, pameran, dan kerjasama lintas organisasi untuk meningkatkan kapabilitas SDM di sektor animasi dan industri kreatif.
“Penguatan ekosistem ini kami arahkan agar pelaku industri imajinatif dapat lebih kompetitif dan mempunyai akses pasar nan lebih luas,” ujar Maria Fitriana.
Konten ini diolah dengan support AI.
sumber : antara
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·