China memperbarui izin impor untuk ratusan pabrik pengolahan daging sapi asal Amerika Serikat (AS), akhirnya membuka kembali jalur perdagangan daging sapi.
Keputusan ini dilakukan usai pertemuan Presiden China Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump di Beijing guna menstabilkan hubungan jual beli dan geopolitik kedua negara.
Menurut sumber nan mengetahui langsung persoalan tersebut, izin ini dilakukan pada Kamis (14/5) dan umumnya bertindak selama lima tahun. Hingga kini, otoritas bea cukai China belum memberikan tanggapan resmi mengenai kebijakan tersebut.
Sebelumnya, China membiarkan izin impor ratusan akomodasi pengolahan daging AS kedaluwarsa tahun lampau setelah Trump memulai perang tarif garang nan bermaksud mengubah tatanan perdagangan dunia demi kepentingan AS. Kebijakan itu membikin perdagangan daging sapi AS ke China ambruk tajam.
Mengutip Bloomberg, info Departemen Pertanian AS menunjukkan pengiriman daging sapi dan produk turunannya ke China merosot sekitar 67 persen sepanjang 2024 hingga 2025. Sementara total ekspor daging sapi AS tahun lampau turun 12 persen.
Perpanjangan izin impor tersebut muncul berbarengan dengan kunjungan Trump ke China, nan menjadi kunjungan pertama presiden AS aktif ke negara tersebut dalam nyaris satu dasawarsa terakhir. Langkah ini dinilai sebagai sinyal positif awal dari potensi hasil pertemuan kedua pemimpin nan banyak mendapat perhatian pasar global.
Selain daging sapi, kedua negara juga membahas pemulihan perdagangan produk pertanian lainnya, termasuk pembelian jagung dan kedelai asal AS oleh China.
Di sisi lain, industri daging domestik China tengah menghadapi kelebihan pasokan dan lemahnya konsumsi. Kondisi itu pun mendorong pemerintah China menerapkan kuota impor daging sapi guna melindungi produsen lokal.
Kebijakan tersebut sebelumnya turut menekan eksportir besar seperti Brasil, Australia, dan Argentina. Brasil apalagi disebut nyaris mencapai pemisah kuota impor tahunan nan ditetapkan China.
Di sisi lain, AS selama ini belum banyak memanfaatkan alokasi impornya di China. Dengan diperbaruinya izin impor untuk akomodasi pengolahan daging sapi AS, kesempatan produk AS untuk memperbesar pangsa pasar di negara konsumen daging sapi terbesar bumi tersebut dinilai semakin terbuka.
China juga menjadi pasar krusial bagi produk jeroan asal AS nan mempunyai permintaan rendah di pasar domestik Amerika. Menurut Meat Institute nan berbasis di Washington, hilangnya pembeli dari China menyebabkan nilai rata-rata produk tersebut turun nyaris 40 persen.
Penurunan nilai itu pun ikut menekan nilai karkas sapi bagi perusahaan pengolahan daging AS nan saat ini juga menghadapi kerugian akibat terbatasnya pasokan ternak sapi di dalam negeri
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·