Jakarta, CNBC Indonesia - Industri manufaktur Eropa diperingatkan menghadapi gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) nan makin besar jika Uni Eropa tidak segera membendung penetrasi produsen komponen asal China ke dalam rantai pasok industri area tersebut.
Eurometal, asosiasi perdagangan industri, memperkirakan sekitar 300.000 pekerjaan manufaktur bakal lenyap sepanjang sisa 2026 akibat tekanan persaingan dari China nan semakin kuat. Kondisi ini terjadi ketika China mencatat surplus perdagangan dengan Uni Eropa nan mencapai rekor sekitar 1 miliar euro per hari.
Eurometal bakal membawa kekhawatiran tersebut langsung ke pusat pengambilan kebijakan Uni Eropa di Brussels pada Senin (7/9/2026). Mereka berencana menggelar tindakan simbolis dengan membawa 10 peti meninggal dalam sebuah prosesi di sekitar instansi pusat Komisi Eropa.
Peti-peti meninggal tersebut bakal diberi tulisan seperti "daya saing Uni Eropa", "pekerjaan industri", dan "pabrik-pabrik Eropa".
Aksi itu mencerminkan kekhawatiran produsen Eropa bahwa Komisi Eropa belum sepenuhnya menyadari akibat masuknya produk China terhadap industri lokal. Produsen China dinilai semakin mengakar dalam rantai pasok Eropa melalui penjualan beragam komponen nan digunakan industri manufaktur.
Presiden Eurometal Alexander Julius mengatakan kepada The Guardian bahwa ekspansi China ke rantai pasok dunia bukanlah sesuatu nan dilakukan secara diam-diam.
"China tidak merahasiakan apa nan sedang dilakukannya. Hal itu tercantum dalam rencana lima tahunan mereka," katanya.
"China tidak mau menjadi pemasok bahan baku, mereka mau menjadi pemasok produk jadi. Mereka mau berada dalam rantai pasok produk-produk utama lantaran mereka tahu bahwa begitu mereka menguasai rantai pasok, mereka menguasai seluruh rantai nilai," imbuhnya.
Menurut Julius, Komisi Eropa perlu memahami secara menyeluruh akibat ekspor China pada tingkat komponen. Hal tersebut mencakup logam dan bahan kimia nan digunakan dalam sekitar 90% aktivitas manufaktur.
Industri Eropa Terjepit Biaya
Uni Eropa sebenarnya telah mengambil sejumlah langkah untuk melindungi industrinya dari persaingan China.
Pada 2024, blok tersebut memberlakukan tarif terhadap kendaraan listrik impor dari China. Kemudian pada Juni 2026, Uni Eropa meningkatkan tarif terhadap impor baja asing.
Komisioner Perdagangan Uni Eropa Maros Sefcovic juga sebelumnya menyatakan ketidakseimbangan perdagangan tahunan dengan China nan mencapai 360 miliar euro tidak dapat dipertahankan. Kedua pihak sekarang sepakat menjalani pembicaraan selama tiga bulan hingga Oktober dalam upaya mencegah bentrok perdagangan nan lebih besar.
Namun, Julius menilai langkah tersebut belum menyentuh akar persoalan nan menyebabkan industri Eropa kehilangan daya saing dan pekerjaan.
"Anda memandang PHK nan terus bertambah di industri-industri di tempat-tempat seperti Jerman. Media dan politisi bisa memandang konsekuensinya, tetapi mereka tidak memburu virus nan menyebabkannya," ujar Julius.
"Mereka tidak memandang kenapa perihal itu terjadi alias bertanya kenapa perusahaan-perusahaan memilih pindah ke China alias India alias malah bangkrut."
Menurutnya, salah satu aspek nan membikin "virus" tersebut semakin menyebar adalah meningkatnya beban biaya nan kudu ditanggung produsen logam Eropa.
Industri logam menghadapi tarif atas impor baja sekaligus pajak emisi karbon, terutama lantaran sektor tersebut memerlukan daya dalam jumlah besar.
Sebaliknya, komponen nan diproduksi di China tidak menghadapi pungutan nan sama.
Julius mengatakan perbedaan beban tersebut, ditambah nilai mata duit China, yuan, nan dinilai terlalu rendah, membikin perusahaan Eropa semakin susah bersaing dengan produsen China.
Ia juga menilai perusahaan bakal tetap membeli komponen dari China meskipun Brussels terus mengeluarkan retorika politik untuk mengurangi ketergantungan terhadap Beijing.
"Perusahaan kudu memenuhi kepentingan pemegang saham dan bakal terus membeli dari China, apa pun retorika politik nan keluar dari Brussels," katanya.
Eurometal menegaskan persoalan tersebut bukan hanya menyangkut hilangnya kapabilitas produksi Eropa dalam jangka pendek.
"Ketika manufaktur meninggalkan Eropa, Eropa tidak hanya kehilangan produksi tetapi juga investasi, pengetahuan dan ketahanan ekonomi jangka panjang," kata Eurometal menjelang tindakan protes tersebut.
PHK Industri Bisa Tembus 1 Juta
Tekanan terhadap sektor manufaktur Eropa juga terlihat dari kajian Komisi Eropa nan diterbitkan pada Juni. Lembaga tersebut memperkirakan lebih dari 1 juta pekerjaan berpotensi lenyap akibat tingginya biaya daya dan persaingan global.
Proyeksi tersebut mencakup akibat dari rencana pengurangan tenaga kerja Volkswagen. Produsen mobil asal Jerman itu pada pekan lampau mengonfirmasi rencana pemangkasan sekitar 100.000 pekerjaan hingga 2030.
Di sisi lain, China berulang kali menuduh Uni Eropa menjalankan kebijakan proteksionisme untuk melindungi industrinya.
Awal tahun ini, instansi buletin pemerintah China, Xinhua, melaporkan Beijing menakut-nakuti bakal mengambil "tindakan jawaban tegas jika Uni Eropa terus menargetkan perusahaan alias produk China".
Meski demikian, hubungan perdagangan kedua pihak kemudian memasuki masa jarak setelah Uni Eropa dan China menyepakati gencatan selama tiga bulan.
(luc/luc)
[Gambas:Video CNBC]
40 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·