China & Korea Berebut Kue Proyek Triliunan di IKN

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta -

Konstruksi proyek area terpadu di Sub WP 1B Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN) resmi dimulai. PT Star Bright International Investment asal China bakal menggarap proyek senilai Rp 1,25 triliun.

Ini merupakan bangunan perdana nan direalisasikan penanammodal asing di IKN nan ditargetkan rampung akhir 2026. Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono menilai letak proyek punya nilai strategis lantaran berada di jantung IKN.

"Lokasi ini sangat istimewa. Dari sini kita dapat memandang Istana Negara serta area yudikatif dan legislatif nan saat ini sedang dibangun. Seluruh area tersebut bakal kami selesaikan pada tahun 2028," ujar Basuki dalam keterangan tertulis, Kamis (16/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Proyek nan berdiri di atas lahan seluas 15.501 meter persegi itu bakal menghadirkan area terpadu nan mencakup apartemen, restoran, area ritel dan perkantoran. Hunian nan dibangun menyediakan pilihan unit 1-3 bilik tidur nan dilengkapi ruang keluarga, serta didukung beragam akomodasi seperti kolam renang, pusat kebugaran, area komersial dan ruang terbuka hijau.

"Seluruh area dirancang dengan mengusung konsep pembangunan berkepanjangan nan sejalan dengan prinsip pembangunan IKN," ucapnya.

Direktur Utama PT Star Bright International Investment, Lu Keming menyampaikan optimismenya terhadap masa depan Nusantara sebagai kota baru nan mempunyai prospek besar.

"Saya mempunyai pengalaman memandang pembangunan kota dari kondisi awal nan tetap kosong. Saya percaya IKN bakal menjadi kota nan bagus lantaran dibangun dari awal. Tim dari Tiongkok juga tertarik untuk berinvestasi di sektor perhotelan dan pariwisata," ujar Lu Keming.

PT Star Bright International Investment merupakan perusahaan nan bergerak di bagian investasi, pengembangan properti dan manajemen proyek berskala internasional. Dalam penyelenggaraan proyeknya di IKN, perusahaan bekerja sama dengan Zhongda Jiancheng Engineering Management Group Co., Ltd., perusahaan asal Sichuan, China nan mempunyai pengalaman lebih dari dua dasawarsa dalam pengelolaan proyek konstruksi.

Kegiatan juga dihadiri sejumlah calon penanammodal dan delegasi upaya dari China nan berasal dari beragam perusahaan dan organisasi antara lain Wan Tong Group, China Minsheng Bank, Jiangsu Qi He Technology, Jiangsu Shu Jun Technology, Beijing Jin Jia Tong Neng Environmental Technology Group, Shanghai San Ding Technology, Hainan Chamber of Commerce, Indonesia's Chinese Bridge Training School, Xing Yao International Investment, serta Liu Dian Group.

"Kehadiran para delegasi tersebut mencerminkan tingginya minat penanammodal internasional terhadap kesempatan investasi di Nusantara, sekaligus memperkuat posisi IKN sebagai destinasi investasi nan semakin dipercaya oleh organisasi upaya global," jelas Basuki.

Investor Korea Selatan

Selain China, proyek IKN juga digarap penanammodal Korea Selatan. Salah satunya PT Dian Jaya Indonesia merupakan anak upaya perusahaan asal Korea Selatan, Dian Development Co., Ltd.

Perusahaan ini rencananya bakal membangun apartemen di WP KIPP Sub WP 1B, tepatnya di area Pusat Pendidikan dengan sub area campuran kepadatan tinggi. Nilai proyek nan digarap sekitar Rp 1,2 triliun.

"Sebentar lagi nan dari Korea Selatan, Dian Jaya, sekitar Rp 1,2 triliun juga untuk apartemen dan perkantoran," kata Basuki saat ditemui di Kompleks DPR RI Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (16/7/2026).

Basuki menyebut investasi tersebut targetnya bakal terealisasi tahun ini. Basuki dan perwakilan perusahaan juga sudah bertemu.

"Oh iya (realisasi tahun ini) makanya kemarin kita undang untuk manasi mereka," tuturnya.

Investasi dari Korea Selatan ini bakal menambah penanaman modal asing (PMA) nan masuk ke IKN.

(ily/hns)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance