Calum McFarlane mengaku kecewa dengan hasil Chelsea musim ini.(Chelsea)
CHELSEA dipastikan kandas tampil di kejuaraan Eropa musim depan setelah kalah 1-2 dari Sunderland pada laga terakhir Liga Primer Inggris di Stadium of Light, Minggu (24/5).
Hasil tersebut membikin The Blues menutup musim di posisi ke-10 klasemen akhir. Sementara itu, Sunderland memastikan tiket ke Liga Europa dan menandai kembalinya mereka ke kejuaraan Eropa untuk pertama kalinya dalam 53 tahun.
Sunderland tampil efektif sejak awal pertandingan. Tuan rumah membuka kelebihan pada menit ke-25 melalui Trai Hume. Memasuki babak kedua, Chelsea kembali mendapat tekanan setelah Malo Gusto mencetak gol bunuh diri lima menit usai jarak nan membikin Sunderland unggul 2-0.
Chelsea sempat membuka angan lewat gol Cole Palmer pada menit ke-56. Namun, upaya bangkit semakin berat setelah Wesley Fofana menerima kartu kuning kedua pada menit ke-62 dan kudu meninggalkan lapangan. Bermain dengan 10 pemain membikin Chelsea kesulitan mengejar ketertinggalan hingga laga usai.
Keberhasilan Sunderland terasa semakin spesial lantaran mereka baru promosi ke Liga Primer Inggris musim lampau melalui final playoff Championship di Wembley.
Manajer interim Chelsea, Calum McFarlane, tidak menutupi rasa kecewanya terhadap pencapaian tim musim ini. Menurutnya, skuad Chelsea semestinya bisa bersaing di papan atas dan mengamankan tiket Liga Champions.
"Ini adalah akhir musim nan mengecewakan. Kami semestinya finis jauh lebih tinggi di liga. Bagi saya, dengan golongan pemain dan talenta ini, kami semestinya berada di Liga Champions," kata McFarlane dikutip dari Football London.
Ia juga mengungkapkan suasana ruang tukar Chelsea dipenuhi rasa kecewa setelah kandas mengamankan tempat di kejuaraan Eropa.
"Perasaan di ruang tukar adalah kekecewaan. Kami mau menang hari ini dan memanfaatkan situasi jelek ini dengan sebaik-baiknya dan masuk ke Liga Europa. Kami tidak bisa melakukannya," lanjutnya.
Meski hasil akhir jauh dari harapan, McFarlane tetap memihak komitmen para pemain sepanjang musim.
"Saya tidak mempunyai keraguan alias kemauan untuk mempertanyakan mentalitas mereka. Saya tahu kami tidak memenangkan setiap pertandingan, tetapi mereka memberikan segalanya untuk kami, setiap hari," tambahnya.
Setelah musim berakhir, McFarlane dijadwalkan tetap berada di Chelsea sebagai bagian dari staf kepelatihan di bawah manajer baru, Xabi Alonso, mulai musim depan.
"Saya menantikan untuk bekerja dengan para pemain. Xabi adalah pembimbing top, dengan reputasi hebat, pemain top, pemain elite di level tertinggi, jadi saya sangat menantikan apa nan dia bawa ke klub ini," pungkas McFarlane. (Z-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·