Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta sempat ditunda pada Senin (7/9/2026) sejak pagi hingga malam. Penundaan tersebut terjadi imbas sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Kondisi ini membikin banyak penumpang terpaksa menunggu di Bandara Soekarno-Hatta sembari mencari kepastian agenda keberangkatan. Tak hanya penumpang domestik, sejumlah penumpang internasional juga terdampak.
Salah satunya Ahmed Al Tami, penduduk Arab Saudi. Pria berumur 46 tahun itu berbareng istrinya apalagi tertahan selama dua hari di Bandara Soekarno-Hatta.
“Masalah nan kami hadapi dalam perjalanan ini, sejujurnya kami sangat mengalami kelelahan dan letih,” ucap Ahmed saat berbincang dengan Liputan6.com, Senin (7/9/2026).
Menurut Ahmed, dia dan istrinya kesulitan mendapatkan tempat beristirahat. Pemesanan hotel nan mereka cari tak kunjung dapat. Sementara itu, akomodasi tempat ibadah di sekitar airport juga dinilai belum memadai.
Tak hanya tempat menginap, agenda penerbangan mereka juga terus berubah. Ahmed mengatakan info mengenai penerbangan diperbarui nyaris setiap enam jam, termasuk perubahan waktu dan hari keberangkatan.
Meski telah mendapatkan agenda penerbangan pada Selasa pagi, Ahmed mengaku tetap belum sepenuhnya percaya mereka dapat berangkat sesuai jadwal.
“Jadi sebetulnya penerbangan kami sudah dijadwalkan besok pukul 08.30 pagi, tapi itu pun tetap belum pasti, apakah sudah lepas landas alias bakal tertunda lagi, lantaran pembersihan landasan pacu,” ujar Ahmed.
Ahmed juga mengaku tidak mendapatkan kompensasi dari pihak maskapai atas penundaan penerbangan nan membikin dirinya dan family tertahan selama dua hari.
“Ya memang semestinya sudah ada pengganti bagi penumpang nan bakal berangkat ke tujuan alias negaranya, maka itu baru bisa disebut sudah memenuhi kewajibannya. Tapi kenyataannya memang belum ada kompensasi lebih lanjut untuk masalah kami,” terang Ahmed.
4 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·