Cerita Sandra: Resign Jelang SNBT, Biar Lulus Dapat Jurusan Pertambangan

Sedang Trending 3 bulan yang lalu
Peserta bersiap mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2026 di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ), Kampus Pondok Labu, Jakarta Selatan, Kamis (23/4/2026). Foto: Jeni Ritanti/kumparan

Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK SNBT) telah dimulai sejak 21 April dan tetap bakal berjalan hingga 30 April mendatang. Salah satu kampus nan menjadi pusat pelaksanaannya adalah Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ).

Di tengah suasana sesi pertama UTBK, Nurfitria Sandra (19), salah satu peserta, tampak baru saja keluar dari ruang ujian dengan ekspresi lega sekaligus tegang. Ia mengaku cukup tenang, meski tetap menyimpan rasa cemas saat mengerjakan soal.

“Enggak panik sih, Kak. Kayak lega saja. Lega hanya takut gitu, takutnya enggak bisa ngejawab soal-soal nan sekiranya emang enggak bisa dijawab gitu,” ujarnya pada Kamis (23/4).

“PK (Penalaran Kuantitatif), PM (Penalaran Matematika) doang aja sih,” tambahnya saat menyebut bagian soal nan menurutnya paling sulit.

Perempuan nan berkawan disapa Sandra itu mengungkapkan bahwa ini merupakan kali kedua dirinya mengikuti UTBK.

“Sebelumnya iya, lagi, ikutan lagi. Iya sebelumnya, hanya enggak lolos,” ujarnya.

Ia mengaku, persiapannya menghadapi UTBK kali ini sudah dilakukan cukup lama, sekitar lima hingga enam bulan.

“Sudah jauh sih, jika bisa dibilang ya. Adalah 6 bulan alias 5 bulanan,” katanya.

Pada kesempatan ini, Sandra memilih konsentrasi pada satu bidang saja, ialah Teknik Pertambangan di Institut Teknologi Bandung (ITB). Ia mengaku memang sudah sejak awal menetapkan pilihan tersebut.

“Aku ambil ITB, pertambangan,” ujarnya.

“Cuma satu saja. Emang sudah mau banget di situ,” lanjutnya.

Nurfitria Sandra (19) salah satu peserta nan telah menyelesaikan UTBK SNBT 2026 di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ), Kampus Pondok Labu, Jakarta Selatan, Kamis (23/4/2026). Foto: Jeni Ritanti/kumparan

Keputusan Sandra memilih bidang tersebut berbeda dengan pengalaman UTBK sebelumnya. Ia pernah mencoba bidang hukum, tapi kali ini dia mantap beranjak lantaran kesukaan pada bagian nan lebih banyak praktik lapangan.

“Kalau UTBK sebelumnya saya ngambil bidang hukum,” katanya.

“Lebih tertarik saja sih, Kak, ke bumi ke lapangan. Mereka itu kan jika pertambangan praktiknya terjun ke lapangan ya. Seru saja lihatnya,” jelasnya.

Meski sempat mempertimbangkan strategi memilih bidang dengan kesempatan lebih besar, Sandra menegaskan bahwa pilihannya kali ini murni berasas minat.

“Enggak sih, Kak, asal ini aja, modal percaya diri aja, Kak,” ucapnya.

Sandra juga mengaku sempat bekerja sebelum kembali konsentrasi mempersiapkan UTBK. Ia bekerja di kafe dan juga menjaga toko hijab sebelum akhirnya mengundurkan diri.

“Aku kerja. Aku waktu itu di kafe, Kak. Terus juga jaga store di hijab juga waktu itu,” ucapnya.

“Aku sempat me-resign-kan (mengundurkan) diri juga Kak, lantaran untuk mau konsentrasi belajar juga kan mau mendekati UTBK jadinya saya minta resign dulu gitu,” tambahnya.

Meski begitu, dia tetap berupaya menyeimbangkan waktu antara kerja dan belajar sebelum akhirnya betul-betul konsentrasi menghadapi ujian.

“Belajar tetap bisa diselip-selip ya, jadi diambil buat kerja saja sih,” ujarnya mengenang masa tersebut.

Dalam perihal support keluarga, Sandra mengaku tidak mendapat tekanan dalam menentukan pilihan bidang maupun kampus. Orang tuanya justru menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada dirinya.

“Kalau orang tua ngikut saja sih, Kak, lantaran kita nan ngejalanin. Jadi kayak ya sudah ambil nan mau kamu,” katanya.

Ia juga tidak mempermasalahkan jarak kampus jika nantinya kudu berkuliah di luar kota.

“Enggak masalah sih, Kak, namanya buat pendidikan apa saja diperjuangin,” ucapnya.

Untuk hasil UTBK kali ini, Sandra berambisi bisa lolos di kampus impiannya tanpa kudu mengikuti seleksi lagi di tahun berikutnya.

“Harapannya mudah-mudahan tahun ini lolos. Amin, amin di ITB, amin agar enggak ikutan UTBK lagi. Harapannya hanya itu saja sih,” ujarnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan