Polisi tetap menyelidiki penyebab kematian Sutrimo nan ditemukan di laman Mordent Aesthetic Clinic, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Usai polisi melakukan olah TKP pada Senin (27/7) siang, salah seorang saksi di letak mengaku sempat memandang kondisi jenazah korban dari kejauhan sesaat sebelum dievakuasi ambulans.
Saksi tersebut adalah Deni, tukang parkir nan sehari-hari beraktivitas di sekitar Mordent Esthetic Clinic. Saat korban ditemukan, Deni mengaku tidak ikut membantu proses pemindahan maupun mendekati letak penemuan jenazah. Ia hanya memandang dari tempat duduk di taman nan berada tidak jauh dari klinik.
“Enggak, Cuma di sini aja saya, tuh, di taman. Tempat duduk,” kata Deni saat ditemui di lokasi, Senin (27/7).
Dari posisi tersebut, Deni mengaku memandang jenazah sudah berada di laman dalam klinik nan dipagari. Menurut dia, korban saat itu dalam posisi telentang dan telah ditutupi sprei.
“Yang saya tahu sudah di sini, kan terlihat sudah di pelataran dalam. Pelataran parkirnya. Halaman dalam, di dalam pagar,” ujarnya.
Saat ditanya mengenai posisi korban, Deni menjawab, “Telentang, Saya lihat telentang.”
Ia juga mengatakan jenazah sudah ditutupi kain. “Dikasih sprei.”
Deni mengaku memandang adanya busa pada wajah korban. Namun, lantaran hanya memandang dari kejauhan, dia tidak dapat memastikan asal busa tersebut.
“Berbusa dari hidung aja apa dari mulut kali, ya? Enggak tahu soalnya dari jauh. Kan nggak ini, nggak dari nggak tahu dari mulut apa dari hidung,” ucapnya.
Menurut Deni, dia tidak mengetahui siapa orang nan pertama kali menemukan maupun mengangkat korban. Ia juga meyakini orang-orang nan berada di sekitar jenazah bukan penduduk sekitar.
“Saya nggak tahu pastinya, he'eh, nggak tahu,” katanya saat ditanya siapa nan membawa jenazah.
“Bukan, bukan. Kalau warga, jika penduduk sini pastinya tahu tuh, pasti kenal jika penduduk sini gitu,” jelasnya
Deni juga mengaku baru mengetahui adanya penemuan jenazah setelah bangun tidur sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu, letak sudah ramai didatangi orang nan mau memandang kejadian tersebut.
“Saya bangun tidur aja jam 8, tahu tahu sudah banyak orang. Awal awalnya nggak tahu,” ujarnya.
Sementara itu, Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri telah merampungkan olah TKP lanjutan di Mordent Esthetic Clinic pada Senin (27/7). Penyidik terlihat membawa empat paper bag nan diduga berisi peralatan bukti hasil pemeriksaan. Namun, polisi belum mengungkap isi peralatan bukti tersebut.
Sebelumnya, Sutrimo ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di laman Mordent Esthetic Clinic pada Kamis (23/7). Korban kemudian dievakuasi ke RS Muhammadiyah Taman Puring dan dinyatakan meninggal bumi setibanya di rumah sakit.
Hingga kini, Polda Metro Jaya tetap menyelidiki penyebab kematian Sutrimo. Polisi juga memeriksa sejumlah saksi, rekam medis, riwayat pemesanan ambulans, hingga berupaya mengumpulkan rekaman CCTV di sekitar lokasi.
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·