Cerita Prabowo Kerap Kalah Main Tenis Usai Pensiun, Pernah Skor 6-0

Sedang Trending 35 menit yang lalu
Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan saat menghadiri pelepasan atlet Asian Games 2026 di Istana Negara, Jakarta, Rabu (9/9/2026). Foto: Youtube/Sekretariat Presiden

Presiden Prabowo Subianto menceritakan pengalaman uniknya saat bermain tenis setelah pensiun dari militer. Prabowo mengaku kerap menang saat tetap menjadi komandan, tetapi justru selalu kalah setelah pensiun.

Cerita itu disampaikan Prabowo dalam pidatonya pada aktivitas pelepasan kontingen Asian Games 2026 di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (9/9).

Prabowo mengatakan dirinya dulu merasa dahsyat lantaran selalu memenangkan pertandingan tenis ketika tetap menjadi komandan. Namun, kondisi itu berubah setelah dirinya pensiun.

"Tapi waktu saya jadi komandan, lenyap itu bener, jika tenis saya menang terus. Saya menang terus waktu tenis waktu itu. Begitu saya pensiun, kaget saya. Saya kalah terus. Rupanya ini jika di tentara itu anak buah nggak berani ngalahin komandan itu," kenang Prabowo.

Pada saat itu, Prabowo merasa dahsyat lantaran selalu menang. Namun, saat dirinya pensiun, dia selalu malah main tenis dengan skor nan cukup jauh.

"Saya merasa diri dahsyat waktu itu, tiap main sebagai waktu saya komandan itu menang terus. Begitu pensiun kalah terus. Habis itu teman-teman saya kan nan istilahnya pangkat ketinggalan, di situ saya diundang terus reuni main tenis saya dihabisin terus. Main tenis dapat 6-1, 6-1, 6-0, 6-1. Biar ini ya... tapi intinya kita semangat," terangnya.

Prabowo kemudian mengaitkan pengalamannya tersebut dengan penghargaan terhadap orang-orang nan berprestasi, termasuk para atlet nan sukses meraih lencana dalam arena olahraga internasional.

Dia mengatakan telah mendapat laporan dari Menteri Pemuda dan Olahraga mengenai besaran bingkisan bagi atlet peraih lencana emas SEA Games. Namun, untuk Asian Games, Prabowo memastikan bingkisan nan diberikan lebih besar.

"Dan saya nggak lupa, saya diberi laporan oleh Pak Erick, Pak untuk SEA Games lencana emas dapat 1 miliar ya. Tapi ini Asian Games, lencana emas 3 miliar," kata dia.

Prabowo juga menyinggung kebiasaan di lingkungan militer nan menurutnya perlu diubah, ialah ketika kesalahan seseorang lebih mudah diingat dibandingkan kebaikannya.

"Kalau orang Indonesia kan ada pepatah, saya nggak tahu sekarang tapi dulu di tentara, jika kita melakukan baik komandan suka lupa, jika kita melakukan kesalahan komandan nggak lupa-lupa. Jadi jika kesalahan diingat jika kebaikan suka dilupa. Ini kita rubah, ya kan? Kita nan kebaikan kita hargai," ucap dia.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan