Cicilan Utang Whoosh Rp1 T per Tahun, Purbaya Tak Pusing Dananya Ada!

Sedang Trending 34 menit yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah mempunyai sumber biaya nan cukup untuk memenuhi tanggungjawab pembayaran angsuran utang proyek Kereta Cepat Whoosh nan telah direstrukturisasi.

Sebelumnya, Purbaya mengungkapkan utang proyek Whoosh bakal dicicil hingga sekitar 80 tahun dengan nilai pembayaran kurang dari Rp1 triliun per tahun. Menurutnya, nominal tersebut relatif mini dibandingkan untung badan jasa umum (BLU) nan berada di bawah koordinasi Kementerian Keuangan.

Satu BLU saja untungnya bisa Rp 3-Rp 4 triliun per tahun. Dengan mendistribusikan beban angsuran Whoosh ke 2 BLU alias Special Mission Vehicles Kemenkeu, Purbaya optimistis angsuran bakal aman.

"Ada kan jika kita lihat salah satu perusahaan apa nan salah satu nan BUMN (BLU) di bawah Kementerian Keuangan nan kita nan agak mini aja untungnya setahun Rp 3-4 triliun. Kalau nan sedikit nan bisa. Tambah satu lagi ada nan untung Rp 6-7 triliun. Jadi cukup lah," kata Purbaya saat ditemui di Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Pernyataan Purbaya ini sekaligus menegaskan bahwa pemerintah tidak memandang pembayaran angsuran utang Whoosh sebagai beban nan berat. Dengan demikian, nilai angsuran sekitar Rp1 triliun per tahun, untung dari satu alias dua BUMN dinilai sudah cukup untuk menutup kebutuhan pembayaran tersebut.

Ketika ditanya apakah perusahaan nan dimaksud adalah Indonesia Investment Authority (INA) alias PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) alias SMI nan bakal mengelola utang Whoosh, Purbaya tidak memberikan jawaban tegas.

"Mungkin satu mungkin dua-duanya," ujarnya.

(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News