Jakarta -
Sejumlah narapidana alias napi di Lapas Warungkiara, Sukabumi, Jawa Barat diberdayakan mengurus perkebunan hingga ternak. Mereka mengaku senang lantaran merasa tak jenuh saat menjalani hukuman.
Misalnya Alan Abdullah, narapidana kasus pencurian itu diberi tugas untuk menjadi teknisi kelistrikan dan membantu mengurus kebun. Baginya, menjalani balasan di Lapas Warungkiara sembari bekerja adalah momen berkesan.
"Ya, itu momen nan tidak bisa dilupakan. Itu sangat seru. Kita menjalani alias kita lagi menebus kesalahan nan sudah kita lakukan, tapi kita bisa mendapatkan kebebasan dan kebahagiaan juga, seperti itu. Ya belum tentu juga oleh napi-napi nan lain alias mungkin oleh lapas nan lain bisa seperti saya seperti ini," kata Alan saat ditemui di Lapas Warungkiara, Sukabumi, Selasa (9/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alan bercerita, pekerjaan nan didapatnya itu lantaran lulus penilaian berkelakuan baik selama di lapas. Dia juga sempat mengikuti pengarahan kerja agar mempunyai keahlian.
"Yang kesatu, kita mungkin kudu bisa mempunyai kelakuan nan baik. Tidak melakukan kesalahan sedikit pun waktu kita di dalamnya. Dan nan kedua, kita sudah kudu bisa mengikuti program," jelasnya.
Alan mengatakan, dia juga mendapat bayaran dari pekerjaannya di lapas. Katanya, duit tersebut digunakan untuk beli makan dan dikirim ke istrinya.
"Untuk penghasilan alias nan dikasih-kasih oleh para petugas di sini, dan terutama dari Bapak Kalapas, itu uangnya bisa kita manfaatkan untuk beli rokok, beli makan nan enak, Pak. Dan untuk sisanya kita tabung biar kita bisa ngasih juga alias ke rumah gitu. Buat anak istri lah," katanya.
Alan mengatakan, seusai bebas dirinya mau bekerja untuk Kalapas Warungkiara. Dia mau ikut mengelola kebun di sana.
"Kalau mungkin setelah bebas, Pak, sedikit banyaknya di sini dikarenakan ada sedikit kesempatan juga, Pak ya, untuk bisa mengikuti Bapak Kalapas di sini untuk mengelola perkebunan-perkebunan di sini. Jadi mungkin daripada kita kelak di luar susah untuk mencari pekerjaan dan terjerumus lagi ke jalan nan salah, lebih baik kita mengikuti Pak Kalapas di sini," ucapnya.
(tsy/dek)
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·