Cerita Korban Selamat Kecelakaan KRL: Tubuh Terlempar dan Terhimpit di Tumpukan Penumpang

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Anggita Rizka Utami tak menyangka perjalanan pulangnya malam itu begitu mengerikan. Dia berdiri di dekat bangku unik prioritas.

KRL Commuter Line nan ditumpanginya perlahan melaju meninggalkan Stasiun Bekasi. Jelang Stasiun Bekasi Timur, rangkaian kereta terhenti. Anggita mulai gusar. Sudah beberapa menit terlewat. Tak ada tanda-tanda kereta bakal berangkat.

"Info diterima, kereta tertahan lantaran delay," ujar Aditya Subagja, mengulang penuturan sang kaka nan menjadi korban kecelakaan KRL. Aditya ditemui saat mendampingi kakaknya di RSUD Bekasi, Kamis (30/4/2026).

Anggita kemudian berpikir memberi tahu suaminya. Belum lagi pesan terkirim, tiba-tiba bunyi kencang menghantam gerbong nan ditumpanginya. KRL itu ditabrak KA Argo Bromo Anggrek.

"Kakak sudah mau kasih berita ke suaminya, tapi belum sempat terkirim pesannya, keretanya sudah ditabrak," tutur Aditya menceritakan kejadian nan dialami sang kakak.

Tubuh Anggita Terlempar

Seketika situasi begitu kacau. Tubuh Anggita terlempar dan bertumpuk dengan kumpulan korban lain. Dia pun terhimpit. Seperti mukjizat, saat berbarengan pintu gerbong terbuka. Dalam keadaan syok berat, Anggita coba melangkah pelan meninggalkan kereta. Hingga kemudian mendapat pertolongan, dievakuasi ke rumah sakit.

"Pas kejadian, kakak terlempar ke tumpukan korban lain, dia terhimpit, (tapi) pintunya otomatis kebuka, lampau dia bisa keluar," cerita Aditya.

Aditya mengaku berterima kasih lantaran sang kakak tetap bisa memberi berita setelahnya. Usai dievakuasi ke RSUD Bekasi, pukul 2 awal hari tim master membolehkannya pulang usai serangkaian pemeriksaan medis lantaran tidak mengalami luka parah.

"Di hari kejadian, dia di IGD terus dipulangkan di jam 2 pagi ya, jam 2 pagi, lantaran kelihatannya nggak terlalu parah mungkin ya, jadi dipulangkan," jelas Aditya.

Kini Kembali Masuk Rumah Sakit

Tetapi tiga hari berselang setelah kejadian, sang kakak kudu kembali ke RSUD Bekasi dan menjadi pasien rawat inap lantaran merasakan sakit di tubuhnya.

"Pas besoknya baru berasa, baru dibawa ke sini lagi buat check-up, tadinya mau check-up tapi jadinya malah rawat inap. Tangan sebelah kanan, kaki dan punggung jadi susah bangun sendiri. Sekarang dirujuk ke master spesialis," jelasnya.

Menurutnya, kondisi Anggita dalam keadaan sadar dan bisa diajak berkomunikasi secara baik. Namun memang ada rasa trauma sehingga menjalani perawatan trauma healing oleh tim rumah sakit.

"Sekarang rasanya sudah lumayan membaik. Soalnya kemarin tetap syok, dan sekarang udah ada pengarahan ilmu jiwa juga jadi udah bisa cerita kayak gitu," dia menandasi.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita