Menjaga kelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab setiap masyarakat nan tinggal di dalamnya. Upaya ini krusial dilakukan guna memastikan bumi tetap layak dihuni serta menjaga kualitas hidup generasi sekarang maupun nan bakal datang.
Kontribusi untuk lingkungan bisa dimulai dari hal-hal sederhana di keseharian. Mengutip laman Green Mountain Energy, kebiasaan seperti membawa tumbler saat bepergian, memilih peralatan preloved, hingga mendaur ulang sampah bisa jadi langkah mini nan sangat berdampak, lho.
Meski terdengar mudah, membangun kebiasaan ini memang nggak instan. Perlu proses, komitmen, dan kesadaran nan terus diasah agar kepedulian terhadap lingkungan betul-betul jadi bagian dari style hidup.
Hal ini juga dirasakan oleh sejumlah member kawan kumparan. Mereka punya perjalanan masing-masing hingga akhirnya tumbuh rasa peduli terhadap lingkungan. Yuk, kepoin cerita mereka di bawah ini!
Cerita kawan kumparan: Semangat Lestarikan Lingkungan
Banyaknya persoalan sampah jadi titik awal kepedulian Novial Yarzuk (30) terhadap lingkungan. Ia mengaku selalu memandang tumpukan sampah plastik di setiap perspektif jalan. Kondisi ini jadi salah satu masalah terbesar bagi lingkungan.
Apalagi, sampah plastik dikenal susah terurai dan bisa memberi akibat serius, mulai dari merusak ekosistem laut sampai menakut-nakuti kehidupan di bumi.
Dari situ, dia mulai tergerak membangun kebiasaan-kebiasaan mini nan lebih ramah lingkungan. Hal sederhana seperti membawa tumbler dan tas mini saat berjalan jadi caranya untuk mengurangi sampah, terutama plastik sekali pakai.
Cerita serupa juga datang dari Bellamira Shafira (30). Member teman kumparan satu ini punya argumen individual untuk lebih peduli lingkungan.
Keinginannya untuk tetap hidup di bumi nan bersih dan kondusif jadi motivasi utama. Selain itu, dia juga mau anak-anaknya bisa tumbuh di lingkungan nan sehat tanpa kudu cemas dengan akibat kerusakan alam akibat ulah manusia.
Ada satu momen nan cukup membekas dan bikin Bella makin sadar pentingnya menjaga lingkungan, ialah saat tempat tinggalnya terdampak banjir. Dari situ, Bella mulai berpikir bahwa mungkin saja dirinya adalah satu dari jutaan pelaku pembuang sampah sembarangan nan berkontribusi terhadap penyebab banjir tersebut.
Sejak saat itu, Bella mulai menerapkan beragam tindakan nyata dalam kesehariannya. Kontribusi positif nan rutin dia lakukan antara lain:
Mengolah sampah organik menjadi kompos.
Mengumpulkan sampah anorganik nan sudah bersih dan kering untuk kemudian disetorkan ke bank sampah.
Membawa tumbler dan kotak makan untuk dirinya serta keluarga, agar lebih praktis serta mengurangi sampah sekali pakai.
Dari cerita mereka, terlihat jelas bahwa perubahan besar selalu berasal dari langkah mini nan dilakukan secara konsisten. Nah, jika Anda sendiri, kebiasaan apa nan sudah mulai diterapkan untuk ikut jaga lingkungan?
Nikmati serunya sharing hal-hal seru dengan ribuan kawan baru di organisasi kawan kumparan. Klik kum.pr/temankumparan
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·