Bandung -
Ada peran mantan pemimpin berjulukan Dadang Ahyar Ismail (53) di kembali tertangkapnya Taufik Hidayat, tersangka kasus penganiayaan dan penyekapan terhadap pacarnya. Negosiasi persuasif nan dilakukan Dadang berujung Taufik ditangkap di sebuah kompleks perumahan di Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung.
Dadang menceritakan bahwa Taufik berulang kali menghubunginya melalui aplikasi WA dengan nomor nan berbeda-beda. Dalam percakapan tersebut, Taufik mengaku merasa tertekan lantaran kasusnya viral di media sosial dan sempat meminta perlindungan.
"Jadi ya sudah, gini aja. Kamu jika misalkan lari-lari, jika mujur sampai kakek-kakek pasti lari, capek, saya bilang gitu," ujar Dadang di kediamannya di Ciparay, dilansir detikJabar, Rabu (24/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dadang memperingatkan tersangka bahwa berlindung di tengah sorotan publik sangat berisiko. Ia memberikan pilihan logis kepada Taufik menyerahkan diri secara baik-baik alias menghadapi akibat penangkapan paksa oleh penduduk maupun abdi negara kepolisian.
"Kamu pilih aja mau nan mana. Dia mikir lama. Sampai pada akhirnya kemarin, 'Ya sudah Pak, saya ngikut Bapak aja mau menyerahkan diri'. Ya sudah jika menyerahkan diri kelak saya telepon pihak berwenang. Kebetulan saya telepon Pak Hendi, dari kepolisian juga. Saya koordinasi dengan Pak Hendi," katanya.
Meski Taufik sudah menyatakan niatnya, Dadang mengaku tetap waspada dan menyusun strategi agar tersangka betul-betul menepati janjinya.
"Cuma tetap bikin strategi gimana caranya dia betul-betul menyerahkan diri, lantaran setiap telepon itu ganti-ganti nomor," tambahnya.
Dadang terus menekankan agar Taufik bersikap kooperatif. Akhirnya, tersangka menyanggupi untuk datang langsung ke rumah Dadang guna menyerahkan diri ke pihak berwenang.
"Nah kebetulan dia telepon lagi, 'Pak saya sekarang mau menyerahkan diri' Saya bilang, Anda kudu kooperatif. 'Oh iya saya insya Allah kooperatif'," ucap Dadang.
Berdasarkan keterangan Dadang, Taufik sempat mendatangi rumahnya pada Selasa pagi saat dirinya sedang bekerja, namun kemudian pergi lagi. Tersangka baru kembali pada sore hari untuk menyerahkan diri secara resmi di hadapan petugas kepolisian nan sudah bersiaga.
"Jadi pagi-paginya dia ke sini bawa motor terus pergi lagi. Akhirnya sore hari dia koperatif dan betul-betul menyerahkan diri, Pak Hendi sudah nunggu di sini dan dibawa masuk dulu ke dalem rumah," bebernya.
Setelah diamankan, Taufik sempat dibawa ke Polsek Majalaya sebelum akhirnya digiring ke Mapolda Jabar. Dadang pun turut mendampingi proses tersebut atas permintaan tersangka.
(idh/dhn)
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·