Liputan6.com, Jakarta - Program 3 Juta Rumah nan digagas tidak hanya berfokus pada pembangunan bentuk hunian. Lebih dari itu, menghadirkan perubahan nyata dalam kehidupan masyarakat.
Seperti cerita Jumadiah, penduduk area pesisir Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Selama 10 tahun, penjual gorengan itu hidup dalam keterbatasan tanpa akses listrik dan akomodasi mandi, cuci, kakus (MCK) nan memadai. Kondisi rumah nan tidak layak membikin aktivitas sehari-hari menjadi penuh tantangan. Ia kudu mandi seadanya di depan dapur rumah, sementara untuk buang air mini dan buang air besar (BAB) terpaksa dilakukan di laut.
"Perubahan besar mulai dirasakan setelah rumahnya direnovasi melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) alias bedah rumah. Kini, Jumadiah dan suaminya dapat menikmati rumah nan lebih layak, nyaman, komplit dengan akses listrik dan akomodasi sanitasi nan memadai," kata Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Kabakom RI), Muhammad Qodari, dalam konvensi pers mengenai Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) di Jakarta, Rabu (17/6/2026).
Terbantu Cicilan Ringan
Kebahagiaan juga dirasakan Idayani, ibu tunggal dengan empat anak di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Sebelumnya, dia dan keluarganya tinggal di rumah kontrakan sembari menjalankan upaya laundry untuk menghidupi keluarga.
Melalui program KPR Subsidi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Idayani sukses mempunyai rumah sendiri di Perumahan Polinesia, Desa Wajipolat, Kecamatan Labuapi. Rumah tersebut tidak hanya menjadi tempat tinggal bagi keluarganya, tetapi juga menjadi letak untuk mengembangkan usahanya.
Menurut Idayani, skema FLPP dipilih lantaran menawarkan angsuran nan lebih terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Dengan beban angsuran nan ringan, dia sekarang dapat mengatur finansial family dengan lebih baik, termasuk memastikan keempat anaknya tetap mendapatkan pendidikan.
Bisa Renovasi Indekos
Dampak Program 3 Juta Rumah juga dirasakan pelaku upaya mini di sektor perumahan. I Ketut Suwija, pengusaha indekos dan properti, memanfaatkan Kredit Program Perumahan (KPP) untuk mengembangkan usahanya.
Ketut menilai proses pengajuan KPP relatif mudah dan membantu pelaku upaya memperoleh akses pembiayaan. Dana nan diperolehnya bakal digunakan untuk merenovasi unit indekos agar lebih nyaman dan mempunyai nilai sewa nan lebih baik. Ia pun menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas kemudahan akses pembiayaan.
Qodari mengatakan, kisah-kisah tersebut menjadi gambaran nyata faedah Program 3 Juta Rumah bagi masyarakat di beragam daerah.
"Kisah-kisah ini menjadi bukti bahwa Program 3 Juta Rumah, melalui beragam jalur dan skema pembiayaannya, telah memberi akibat langsung bagi kehidupan masyarakat di beragam wilayah di Indonesia," ujar Qodari.
Menurutnya, program 3 juta rumah dirancang untuk membantu mengatasi backlog perumahan nasional dengan menjawab kebutuhan sekitar 9,9 juta family nan belum mempunyai rumah, sekaligus mendukung pembaharuan sekitar 26,9 juta rumah tidak layak huni di seluruh Indonesia.
Baca buletin terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·