CEO Chevron Sebut Sistem Energi Global Berada di Bawah Tekanan Ekstrem

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
CEO perusahaan minyak global, Chevron, Michael Wirth. Foto: Brendan McDermid/REUTERS

Chevron Corp. cemas bahwa pasokan minyak dunia semakin menipis seiring perang AS-Israel dengan Iran memasuki bulan ketiga.

CEO Chevron, Mike Wirth, pasokan energi dunia saat ini berada dalam tekanan ekstrem. Dengan pasokan nan turun, maka permintaan juga bakal turun.

“Itulah skenario nan paling kami khawatirkan. Jika kita tidak dapat memulihkan pasokan, permintaan bakal turun di beragam sektor ekonomi. Itulah kekhawatiran besar nan dimiliki semua orang saat kita mencoba menghindari skenario di mana perihal itu menjadi ekstrem," katanya, dikutip dari Bloomberg, Sabtu (2/5).

Wirth menambahkan, perusahaannya terus berkomunikasi dengan pemerintahan Presiden AS Donald Trump. Dia adalah pelaksana minyak AS terbaru nan menyampaikan kekhawatiran bahwa pasokan minyak tambahan bumi nan disimpan di darat dan di laut dapat lenyap jika Selat Hormuz tetap ditutup.

Ilustrasi Chevron. Foto: Tada Images/Shutterstock

Sebelumnya, ConocoPhillips memperingatkan kekurangan kritis minyak untuk beberapa negara nan berjuntai pada impor sudah dekat.

Perang di Iran telah mengikis permintaan minyak, dan para pedagang minyak mentah telah memperingatkan bakal adanya akibat nan lebih besar di masa mendatang.

Writh menambahkan tidak ada jalan keluar dengan penutupan efektif Selat Hormuz, nan biasanya dilalui sekitar 20 persen minyak dan gas alam cair dunia.

“Sistem daya dunia terus berada di bawah tekanan ekstrem,” katanya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan