Cek Fakta: Benarkah tidak Ada Masjid Suni di Teheran dan Iran?

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
 Benarkah tidak Ada Masjid Suni di Teheran dan Iran? Ilustrasi.(Magnific)

DI tengah derasnya arus info di media sosial, sering kali muncul klaim nan memicu perdebatan mengenai kehidupan berakidah di Iran, khususnya mengenai keberadaan organisasi Suni. Salah satu narasi nan sering beredar adalah tuduhan bahwa tidak ada satu pun masjid Suni di ibu kota Iran, Teheran, apalagi klaim mengenai pemberantasan penganut Suni di sana.

Namun, penelusuran kebenaran melalui beragam info terbuka dan realitas di lapangan menunjukkan gambaran nan berbeda. Berikut rangkuman kebenaran mengenai keberadaan masjid dan organisasi Sunni di Iran.

Keberadaan Masjid Suni di Teheran

"Berdasarkan info pemetaan digital dan laporan media lokal, klaim bahwa Teheran suci dari masjid Sunni tidaklah akurat. Di kota dengan populasi sekitar 10-12 juta jiwa ini, terdapat setidaknya 9 hingga 12 pusat ibadah alias masjid nan dikelola oleh organisasi Ahlus Sunah. Salah satu nan cukup dikenal adalah Masjid An-Nabi," ujar Ismail Amin Pasannai, pelajar asal Indonesia di Iran, dalam akunnya di Instagram.

Meskipun Suni merupakan minoritas di Teheran, aktivitas ibadah tetap berjalan. Selain masjid jami alias masjid besar, terdapat banyak musala di pemukiman penduduk nan digunakan untuk salat berjamaah dan aktivitas keagamaan lain. Perbedaan tata langkah ibadah, seperti langkah berwudu, menjadi penanda visual nan jelas bahwa tempat-tempat tersebut memang dikelola oleh organisasi Suni.

Data Nasional: 17.000 Masjid Suni di Iran

Secara nasional, jumlah masjid Suni di Iran justru mengalami pertumbuhan. "Jika sekitar 10 tahun lampau tercatat ada sekitar 15.000 masjid, info terbaru menunjukkan nomor tersebut telah meningkat menjadi sekitar 17.000 masjid Suni nan tersebar di seluruh provinsi di Iran," imbuh Ismail nan kerap menjadi kontributor di Metro TV untuk buletin terbaru di Iran.

Beberapa masjid Suni apalagi mempunyai arsitektur nan sangat megah dan menjadi ikon wilayah tersebut, di antaranya:

  • Masjid Agung Makki di Zahedan: Merupakan masjid Sunni terbesar di Iran dengan arsitektur bagus perpaduan style Romawi dan Persia.
  • Masjid Jami Sayyid Abu Bakar As-Siddiq: Terletak di Provinsi Golestan.
  • Masjid Umar bin Khattab: Terdapat di beberapa wilayah, membantah klaim bahwa nama sahabat Nabi tersebut dilarang digunakan.

Tokoh dan Kebebasan Beragama

Komunitas Suni di Iran mempunyai kepemimpinan nan diakui secara luas, salah satunya adalah Syekh Maulawi Abdul Hamid, Imam Besar Ahlus Sunah di Iran nan berbasis di Zahedan. Beliau tidak hanya memimpin pesantren dan berceramah secara terbuka, tetapi juga mempunyai peran dalam struktur penasihat otoritas tertinggi di Iran.

Baca juga: Meluruskan Sejarah Shalahuddin Al-Ayyubi dalam Suni-Syiah dan Palestina

Fakta di lapangan menunjukkan bahwa ustadz Suni di Iran mempunyai kebebasan untuk:

  1. Mengelola pesantren dan lembaga pendidikan Islam secara mandiri.
  2. Menerbitkan buku-buku keagamaan sesuai ajaran mereka (mayoritas beraliran Hanafi).
  3. Menyampaikan khutbah Jumat dan pidato umum.
  4. Berpartisipasi dalam isu-isu nasional dan internasional, termasuk menyatakan support terhadap perjuangan Palestina.

Kesimpulan: Narasi nan menyebut tidak ada masjid Suni di Teheran alias ada pemberantasan sistematis terhadap penduduk Suni di Iran tidak didukung oleh kebenaran lapangan. Keberadaan ribuan masjid, aktivitas ustadz Suni nan terbuka, serta info geografis membuktikan bahwa organisasi Suni tetap menjadi bagian integral dari masyarakat Iran.

Baca juga: Rhoma Irama Puji Iran dan Serukan Persatuan Suni, Syiah, Wahabi

Penting bagi masyarakat untuk selalu melakukan verifikasi info melalui sumber-sumber nan andal dan tidak mudah terprovokasi oleh info nan bermaksud memecah belah umat Islam. (I-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia