Cegah Macet Horor, Buffer Zone Siap di Arus Balik Ketapangamp;ndash;Gilimanuk

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Cegah Macet Horor, Buffer Zone Siap di Arus Balik Ketapang–Gilimanuk

Pengaturan arus kendaraan di lintas penyeberangan Ketapang–Gilimanuk dengan mengoptimalkan kegunaan buffer zone. (Foto: Okezone.com/ASDP)

JAKARTA – Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat melakukan pengaturan arus kendaraan di lintas penyeberangan Ketapang–Gilimanuk dengan mengoptimalkan kegunaan buffer zone dan sistem penundaan (delaying system) pada periode arus kembali Lebaran 2026.

Langkah ini diambil sebagai tindak lanjut pertimbangan penyelenggaraan arus mudik sebelumnya, nan menunjukkan antrean kendaraan menimbulkan kemacetan hingga sekitar 20 km dari area pelabuhan.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan, menegaskan bahwa kesiapan buffer zone menjadi aspek kunci dalam menjaga kelancaran arus balik, khususnya pada puncak gelombang kedua nan diprediksi terjadi dalam beberapa hari ke depan.

"Kesiapan buffer zone kudu dimanfaatkan secara optimal untuk mengurai antrean kendaraan. Ini menjadi pelajaran krusial dari arus mudik kemarin," ujar Aan, Jumat (27/3/2026).

Ia menjelaskan, pengaturan kendaraan dilakukan melalui sistem Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB) dengan parameter volume to capacity ratio (V/C ratio) maksimal 0,6. Dengan demikian, keputusan operasional di lapangan kudu berjalan sigap dan responsif terhadap kondisi terkini.

Dalam skema nan disiapkan, buffer zone untuk kendaraan roda empat dan bus ditempatkan di area Grand Watudodol dan Kantong Parkir Bulusan. Sementara itu, kendaraan peralatan diarahkan ke buffer zone Sri Tanjung serta kantong parkir milik PT Pusri dan Pelindo.

Selain penguatan titik penampungan kendaraan, Kemenhub juga mengantisipasi lonjakan dengan menyesuaikan jumlah kapal nan beroperasi. Pada kondisi normal, sebanyak 28 kapal disiapkan, meningkat menjadi 30 kapal saat padat, dan hingga 32 kapal pada kondisi sangat padat. Jumlah kapal apalagi dapat ditambah hingga 35–40 unit jika diperlukan, termasuk support kapal support berkapasitas besar.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑