Cegah Longsor, KemenPU Perkuat Ruas Padang Panjang-Sicincin di Lembah Anai

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Jakarta -

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) merampungkan penguatan struktur jalan dan lereng di 901 titik kritis pada Ruas Jalan Nasional Padang Panjang-Sicincin, area Lembah Anai, Sumatera Barat. Proyek senilai Rp 460,4 miliar itu menjadi bagian dari upaya meningkatkan ketahanan prasarana terhadap potensi bencana, menyusul banjir bandang dan tanah longsor nan melanda area tersebut pada November 2025.

Penanganan dilakukan pada segmen KM 61+600 hingga KM 67+400 sepanjang sekitar 5,8 km, letak nan paling parah terdampak bencana.

Menurut Menteri PU Dody Hanggodo, penanganan pascabencana tidak cukup hanya dengan memperbaiki badan jalan nan rusak. Penguatan lereng dan pengendalian aliran air juga menjadi bagian krusial agar prasarana dapat berfaedah secara kondusif dan berkelanjutan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau kita menangani jalannya, tebingnya juga wajib ditangani. Kalau tidak, jalannya tidak bakal memperkuat lama. Karena itu, seluruh penanganan di area ini dilakukan secara permanen agar lebih kondusif dan berkelanjutan," ungkap Dody dalam keterangan tertulis, Selasa (11/08/2026).

Melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat, Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian PU menangani sejumlah titik kritis dengan menerapkan beragam metode penguatan lereng. Pekerjaan tersebut mencakup pemasangan soldier pile, shotcrete dan soil nailing, bronjong, terramesh, retaining wall concrete (RWC), serta geomat HDPE.

Salah satu pekerjaan utama dilakukan pada beberapa letak kritis dengan melakukan pemasangan 901 titik borepile. Penerapan struktur tersebut bermaksud meningkatkan stabilitas lereng sekaligus mendukung keamanan badan jalan di area dengan kondisi medan rawan longsor.

Selain perkuatan lereng, Kementerian PU juga menangani sistem drainase dan melakukan penguatan tebing guna mengurangi potensi kerusakan akibat aliran air permukaan maupun gerusan. Pendekatan tersebut diterapkan secara berdampingan untuk memastikan penanganan tidak hanya berfokus pada kerusakan di permukaan, tetapi juga memperkuat struktur jalan dan lereng di area rawan bencana.

Paket pekerjaan penanganan mulai dilaksanakan pada 28 November 2025 oleh PT Hutama Karya Infrastruktur dan telah selesai pada 26 Juli 2026 dengan nilai perjanjian sebesar Rp 460,4 miliar. Kementerian PU mengerahkan beragam peralatan berat, antara lain excavator, pile machine, vibro, dump truck, asphalt finisher, dan pneumatic tire roller (PTR) guna mendukung penyelenggaraan di medan nan cukup kompleks.

Penanganan area Lembah Anai menjadi bagian dari langkah Kementerian PU dalam mewujudkan prasarana jalan nan tidak hanya berfaedah dengan baik, tetapi juga lebih mempunyai tingkat keamanan dan ketangguhan dalam menghadapi potensi bencana. Melalui penguatan struktur jalan, lereng, tebing, dan drainase secara berdampingan, diharapkan Ruas Padang Panjang-Sicincin dapat mendukung mobilitas masyarakat serta kelancaran pengedaran peralatan dan jasa secara berkelanjutan.

Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen #PU608 dalam menghadirkan prasarana nan andal, aman, dan berfaedah bagi masyarakat.

(akn/ega)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance