Cegah Hantavirus, Rutan Ambon Sosialisasikan Pola Hidup Sehat bagi WBP

Sedang Trending 2 minggu yang lalu
Cegah Hantavirus, Rutan Ambon Sosialisasikan Pola Hidup Sehat bagi WBP Ilustrasi(Magnific.com)

 Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon mengambil langkah proaktif dalam menjaga kesehatan lingkungan dengan menggelar sosialisasi penemuan awal serta pencegahan penularan Hantavirus. Kegiatan ini ditujukan bagi seluruh jejeran petugas dan penduduk bimbingan pemasyarakatan (WBP) sebagai respons atas meningkatnya kewaspadaan nasional terhadap virus nan ditularkan melalui hewan pengerat tersebut pada tahun 2026.

Sosialisasi nan berjalan di aula Rutan Ambon ini menghadirkan tim medis internal rutan untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai akibat zoonosis dan pentingnya menjaga sanitasi di lingkungan tertutup.

Deteksi Dini di Lingkungan Pemasyarakatan

Dokter Rutan Ambon, dr. Edwina, menjelaskan bahwa Hantavirus merupakan golongan virus nan dibawa oleh tikus dan dapat menyebabkan penyakit serius pada manusia, seperti Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS). Penularan utamanya terjadi melalui kontak langsung dengan urine, kotoran, alias air liur tikus nan terinfeksi, baik melalui sentuhan maupun partikel udara (aerosol) nan terhirup.

"Lingkungan nan padat seperti rutan memerlukan pengawasan ekstra terhadap kebersihan. Kami menekankan pentingnya mendeteksi indikasi awal seperti demam tinggi, sakit kepala, nyeri punggung, hingga mual agar penanganan bisa dilakukan secepat mungkin," ujar dr. Edwina.

Gejala Utama Hantavirus nan Perlu Diwaspadai:

  • Demam tinggi dan menggigil.
  • Sakit kepala intens dan nyeri otot (punggung, paha, bahu).
  • Gangguan pencernaan (mual, muntah, diare).
  • Gejala lanjut: Penurunan kegunaan ginjal alias sesak napas berat.

Strategi Pencegahan: Fokus pada Sanitasi

Selain edukasi klinis, Rutan Ambon juga memperketat protokol kebersihan di area blok hunian. Warga bimbingan diinstruksikan untuk tidak membuang sisa makanan sembarangan nan dapat mengundang tikus, serta rutin membersihkan saluran air dan area penyimpanan nan berpotensi menjadi sarang hewan pengerat.

Kepala Rutan Ambon menegaskan bahwa aktivitas ini merupakan tindak lanjut dari pengarahan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan guna memastikan kewenangan kesehatan penduduk bimbingan terpenuhi secara optimal. Dengan lingkungan nan bersih dan steril, akibat penyebaran penyakit menular dapat diminimalisir secara signifikan.

Hingga saat ini, belum ditemukan kasus Hantavirus di lingkungan Rutan Ambon. Namun, langkah preventif ini dipandang krusial mengingat info Kementerian Kesehatan mencatat setidaknya 23 kasus terkonfirmasi di Indonesia sepanjang periode 2024 hingga Mei 2026, nan tersebar di sembilan provinsi.

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia