Catatan Timwas DPR Jelang Puncak Haji: Fisik & Mental Jemaah Harus Dimatangkan

Sedang Trending 2 minggu yang lalu
Jemaah haji dari beragam negara sudah tiba di Arafah jelang puncak haji. Jemaah haji juga beramai-ramai menuju ke Jabal Rahmah untuk menjalani prosesi wukuf. Foto: Arifin Asydhad/kumparan

Anggota Timwas Haji DPR Nasir Djamil memberikan sejumlah catatan jelang puncak ibadah haji 2026 nan bakal berjalan pada 26 Mei mendatang.

Nasir menilai secara keseluruhan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini lebih baik dibandingkan 2025. Terlebih, penyelenggaraan haji tahun ini menjadi nan pertama di bawah kementerian baru.

Soroti Transportasi Jemaah

Menurut Nasir, persoalan jarak antara penginapan dan letak ibadah sebenarnya tidak menjadi masalah selama transportasi tersedia dengan baik bagi jemaah.

"Secara keseluruhan, memang soal tempat ibadah itu dengan tempat penginapan, itu memang kudu istilahnya itu ya kudu enggak, enggak ada masalah jika misalnya dia agak jauh, tapi tersedia begitu loh. Nah, tersedia sehingga kemudian ada kepastian," kata Nasir usai meninjau Sektor 6 di Makkah, Jumat (22/5).

"Tapi jika kemudian tidak tersedia, itu kan artinya mereka di dalam ketidakpastian, sehingga sebagian mereka nan mau menggunakan kendaraan umum, taksi dan lain sebagainya kan. Ah jadi bus, bus Shalawat juga dalam pendengaran nan mereka, alias pendengaran kita nan mereka sampaikan itu juga tidak sepenuhnya bisa meng-handle jemaah," tambah dia.

Minta Persiapan Jemaah Diperkuat

Anggota Timwas Haji DPR 2026 Nasir Djamil menemui jemaah haji asal Aceh di Sektor 6, Makkah, Jumat (22/5/2026). Nasir merupakan personil Timwas Haji DPR dari unsur Komisi III sekaligus wakil rakyat dari wilayah pemilihan Aceh. Foto: Dok. Timwas Haji DPR 2026

Nasir juga menyoroti persiapan jemaah menuju puncak ibadah haji. Ia menilai tetap belum ada pengkondisian nan membikin jemaah konsentrasi mempersiapkan diri secara bentuk maupun mental.

"Tidak ada nan kontrol sehingga mereka kadang pergi ke satu tempat ya. Jadi mereka tidak konsentrasi untuk mempersiapkan lahir jiwa untuk melaksanakan ibadah haji," kata Nasir.

Politikus PKS itu menyebut pihaknya bakal memberikan masukan kepada Kementerian Haji agar ada aktivitas unik bagi jemaah beberapa hari sebelum puncak ibadah haji.

"Ya apa fisiknya, kemudian pikirannya, jiwanya, sehingga mereka betul-betul menyiapkan hatinya dan juga menyiapkan fisiknya begitu. Jadi jika kita lihat dari tempat nan begitu luas sebenarnya diharapkan misalnya ada olahraga senam alias mobilitas badan dan sebagainya ya, saya enggak tahu ada alias apa tidak. Kemudian aja ada bimbingan-bimbingan. Nah, ini nan menurut saya nan perlu dievaluasi ke depan," ucap Nasir.

Usul Kegiatan Jelang Puncak Haji

Nasir menilai idealnya jemaah mendapatkan pendampingan dan aktivitas persiapan sejak sepekan sebelum puncak haji. Meski demikian, dia memahami penerapan perihal tersebut tidak mudah lantaran kebanyakan jemaah merupakan peserta haji reguler.

"Tapi memang ini enggak, enggak mudah ya lantaran ini haji reguler. Jadi seminggu paling idealnya begitu, seminggu sebelum penyelenggaraan ibadah haji itu mereka sudah benar-benar, betul-betul siap lahir batin, disiapkan oleh para pembimbing-pembimbing ibadah," kata Nasir.

"Dan mungkin ke depan jikalau tidak seminggu, ya paling tidak 3 hari mereka sudah betul-betul berupaya untuk melupakan bumi dalam tanda kutip. Melupakan bumi dalam tanda kutip bakal berjumpa dengan Allah ya di Arafah, di Mina, di Muzdalifah ya, saat jamarat dan lain sebagainya," tutur dia.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan