Anggie Ariesta
, Jurnalis-Selasa, 01 September 2026 |12:35 WIB

Cara Kemenkeu Perkuat Ketahanan Fiskal Daerah Hadapi Risiko Bencana (Foto: Ilustrasi Gempa NTT/BNPB)
JAKARTA - Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan mengandalkan Adaptive Regional Integrated System for Fiscal Resilience (ARISE) untuk memperkuat ketahanan fiskal.
Platform ini dikembangkan berbareng United Nations Office for Disaster Risk Reduction (UNDRR) dan Institut Teknologi Bandung (ITB) sebagai decision-support system nan mengintegrasikan pemodelan akibat musibah dengan perkiraan dampaknya terhadap perekonomian serta postur fiskal daerah.
Plt. Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Nufransa Wira Sakti mengungkapkan bahwa peristiwa musibah memberikan tekanan fiskal dobel bagi pemerintah daerah, ialah mengikis penerimaan wilayah sekaligus melonjakkan kebutuhan shopping secara drastis.
“Kita perlu menggeser paradigma dari post-disaster response menuju pre-disaster planning, dan dari financing losses menuju managing risks,” kata Nufransa dalam keterangannya, dikutip Selasa (1/9/2026).
Sistem ARISE dirancang untuk menyajikan info komprehensif nan mencakup tingkat ancaman (hazard), keterpaparan (exposure), kerentanan (vulnerability), hingga perkiraan kerugian ekonomi dan akibat fiskal.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·