Cara Cek Desil DTSEN 2026 Secara Mandiri Pakai NIK secara Online.(Dok. MetroTv)
KEMENTERIAN Sosial (Kemensos) sekarang mempermudah masyarakat untuk mengetahui tingkat kesejahteraan melalui pengecekan Desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) 2026. Sejak Februari 2026, pengecekan desil dan status support sosial (bansos) dapat dilakukan secara berdikari hanya dengan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK).
Cara Cek Desil DTSEN 2026 Secara Online
Masyarakat dapat mengakses info desil melalui situs resmi dengan langkah-langkah berikut:
- Buka situs resmi cekbansos.kemensos.go.id.
- Masukkan 16 digit NIK sesuai KTP.
- Ketik huruf alias kode verifikasi nan muncul pada layar.
- Klik tombol “CARI DATA”.
Sistem bakal menampilkan hasil pencarian berasas database DTSEN, mencakup info desil serta status support sosial nan tersedia bagi pemilik NIK tersebut.
Memahami Arti Desil Kesejahteraan
Dalam DTSEN 2026, masyarakat dikelompokkan ke dalam 10 tingkat kesejahteraan (desil). Desil 1 mewakili 10% family dengan tingkat kesejahteraan paling rendah, sementara Desil 10 adalah golongan 10% dengan tingkat kesejahteraan tertinggi. Penilaian ini tidak hanya merujuk pada penghasilan, tetapi juga variabel lain seperti kondisi rumah, aset, pendidikan, hingga daya listrik.
Potensi Bantuan Berdasarkan Desil:
- Desil 1-4: Dapat diusulkan sebagai penerima PKH dan Program Sembako.
- Desil 5: Dapat diusulkan untuk Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK).
*Catatan: Masuk dalam desil tersebut tidak otomatis menerima support lantaran tetap melalui proses verifikasi program.
Mekanisme Pemutakhiran Data
Kemensos menegaskan kembali pada Juli 2026 bahwa masyarakat nan merasa info desilnya tidak sesuai dengan kondisi ekonomi riil dapat melakukan pemutakhiran. Proses ini bisa dilakukan melalui aplikasi Cek Bansos, operator info di tingkat desa/kelurahan, alias Dinas Sosial setempat. Setelah info dimutakhirkan, Badan Pusat Statistik (BPS) bakal melakukan kalkulasi ulang desil secara periodik.
Sebagai info tambahan, pada tahun 2026 terdapat pembagian desil tingkat nasional, provinsi, dan kabupaten/kota. Untuk program nan berasal dari APBN, referensi utama nan digunakan adalah desil nasional. Sementara itu, pemerintah wilayah mempunyai kebijakan sendiri untuk menggunakan pemeringkatan wilayah dalam penyaluran program lokal. (Kemensos/Z-10)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·