California Akui Idulfitri dan Iduladha Sebagai Hari Libur Resmi

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

SACRAMENTO — California menjadi negara bagian kedua di Amerika Serikat (AS) nan mengakui hari raya umat Islam, ialah Lebaran dan Iduladha, sebagai hari libur resmi. Negara bagian California merupakan rumah bagi salah satu organisasi Muslim terbesar di AS, dengan perkiraan populasi mencapai satu juta jiwa.

Gubernur California, Gavin Newsom, mengesahkan patokan tersebut pada akhir pekan lalu, nan memasukkan Lebaran dan Iduladha ke dalam daftar hari libur resmi negara bagian.

Aturan ini diusulkan oleh personil legislatif California, Matt Haney, dan didukung oleh beragam golongan organisasi Muslim. Haney menyatakan bahwa pengakuan terhadap hari raya Lebaran bakal memungkinkan masyarakat untuk merayakannya berbareng family tanpa kudu melakukan "pengorbanan nan tidak perlu."

Berdasarkan patokan baru ini, pekerja tidak secara otomatis mendapatkan hari libur berbayar, serta instansi pemerintah, pengadilan, sekolah, maupun tempat upaya tidak diwajibkan untuk tutup. Pegawai negara bagian dapat menggunakan jatah libur nan ada untuk merayakan hari raya tersebut, sementara sekolah negeri dan perguruan tinggi organisasi dapat meliburkan aktivitas berasas kesepakatan dengan para pegawai.

Council on American-Islamic Relations (CAIR) bagian California—sebuah organisasi hak-hak sipil Muslim nan turut mendukung inisiatif tersebut—menyambut baik penandatanganan patokan itu. Mereka menyatakan bahwa selama beberapa dekade, umat Muslim kerap menghadapi "pilihan sulit" antara menjalankan tanggungjawab kepercayaan dan memenuhi tuntutan pekerjaan alias akademis.

Washington menjadi negara bagian AS pertama nan mengakui Lebaran dan Iduladha pada tahun 2025, meskipun undang-undangnya tidak mewajibkan hari-hari tersebut sebagai hari libur berbayar. Perayaan Lebaran dan Iduladha sebenarnya telah lama diakui secara lokal di beragam wilayah lain di AS; misalnya, sekolah-sekolah negeri di Kota New York telah memasukkan kedua hari raya tersebut ke dalam almanak akademik mereka sejak tahun 2015.

Menurut Pew Research Center, populasi Muslim di AS telah meningkat lebih dari dua kali lipat dalam kurun waktu kurang dari dua dekade, ialah dari perkiraan 2,4 juta jiwa pada tahun 2007 menjadi sekitar 5,5 juta jiwa pada tahun ini.

(Rahman Asmardika)

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑