Cak Imin Bilang Kemenko PM "Kebanyakan Anggaran", Kok Bisa?

Sedang Trending 3 hari yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar mengatakan kementeriannya mempunyai anggaran nan jumlahnya kebanyakan alias melampaui kebutuhan. Dia menggarisbawahi kementeriannya pada dasarnya hanya perlu mengorganisasi kementerian teknis di bawahnya.

Sebagai gambaran, anggaran Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat ditetapkan Rp333,68 miliar pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026. Angkanya memang lebih besar dibandingkan dengan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan sebesar Rp236,7 miliar. Namun, lebih mini dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sebesar Rp485,21 miliar.

"Kalau Kemenko PM tidak butuh anggaran. Kita cukup bisa, mengorganisir saja udah cukup. Kita apalagi kebanyakan anggarannya," ujar Muhaimin, Rabu (14/10/2026).

Menurut dia, perihal nan paling krusial adalah anggaran mengenai aspek-aspek pemberdayaan pada setiap kementerian dan lembaga dikunci alias tidak mengalami perubahan. Misalnya, Kementerian Kelautan dan Perikanan mempunyai program pemberdayaan seperti Kampung Nelayan Merah Putih. Dia mengatakan anggaran untuk program tersebut tidak boleh diutak-atik.

Sebab, biasanya kementerian dan lembaga bakal mengorbankan anggaran pemberdayaan jika tedapat efisiensi. Maka, dia meminta agar seluruh kementerian dan lembaga tidak mengurangi anggaran mengenai aspek pemberdayaan jika terdapat efisiensi.

Perlu diketahui, Menteri Keuangan Suahasil Nazara berjanji tidak bakal memotong anggaran secara sembarangan pada 2027. Meski demikian, shopping kudu tetap diikuti dengan efisiensi dan diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

Dia mengatakan efisiensi bukan hanya sekadar memangkas anggaran, tetapi memastikan shopping diarahkan ke sektor krusial nan mendorong pertumbuhan ekonomi.

"APBN juga kudu terus mempertajam belanja, meningkatkan efisiensi shopping dan targeting, bukan sekedar pangkas anggaran, tapi meningkatkan efisiensi sehingga shopping masuk ke titik-titik nan sangat krusial nan mendorong pertumbuhan, memperbaiki kesejahteraan, dan mendorong program prioritas nasional," tegas Suahasil.

(arj/arj) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News
↑