Liputan6.com, Jakarta - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi bakal menghentikan sementara operasional bus shalawat di Makkah menjelang puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Penghentian jasa bertindak mulai 5 Dzulhijjah 1447 H alias Jumat, 22 Mei 2026, pukul 18.00 waktu Arab Saudi.
Kepala Bidang Transportasi PPIH Arab Saudi Syarif Rahman meminta jemaah haji Indonesia menyesuaikan aktivitas ibadah selama jasa bus shalawat berakhir beroperasi.
“Jadi, jemaah sebaiknya tidak memaksakan diri salat di Masjidil Haram, tapi lebih banyak salat di masjid alias musala hotel masing-masing,” kata Syarif pada Media Center Haji di Makkah, Rabu, 20 Mei 2026.
Menurut dia, penghentian jasa dilakukan lantaran Makkah mulai memasuki masa persiapan Armuzna nan identik dengan peningkatan kepadatan kendaraan dan pergerakan jemaah. Selain itu, 5 Dzulhijjah tahun ini juga bertepatan dengan hari Jumat nan diperkirakan membikin area Masjidil Haram semakin padat.
Syarif memastikan jasa bus shalawat kembali beraksi setelah fase Armuzna selesai. Pihaknya menjadwalkan bus mulai melayani jemaah lagi pada 14 Dzulhijjah alias Minggu, 31 Mei 2026, pukul 01.00 awal hari.
Ia menjelaskan, jasa tersebut bakal membantu jemaah gelombang pertama nan segera pulang ke Indonesia untuk melaksanakan tawaf ifadah dan tawaf wada.
“Jadi, mereka tidak perlu memaksakan melangkah kaki alias naik taksi nan kondisinya memungkinkan terjadi kepadatan,” ujarnya.
37 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·