Bupati Magetan Apresiasi Penyaluran Jagung SPHP untuk Peternak Ayam

Sedang Trending 58 menit yang lalu

, MAGETAN, – Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti, mengapresiasi langkah Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Perum Bulog nan menyalurkan jagung dalam program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Penyaluran ini bermaksud membantu peternak ayam petelur di Magetan, di tengah situasi nilai telur nan mengalami penurunan.

Bupati Nanik menyatakan bahwa Kabupaten Magetan menjadi wilayah pertama nan mendapat support Bapanas mengenai jagung SPHP. "Ini sangat membantu lantaran saat ini nilai telur turun sementara nilai pakan naik," ujarnya saat menghadiri penyaluran jagung SPHP di Gudang Bulog Gulun, Kecamatan Maospati, Sabtu.

Bapanas menyalurkan sebanyak 7.700 ton jagung SPHP melalui Bulog Ponorogo untuk didistribusikan kepada peternak ayam petelur di Magetan. Jagung tersebut bakal disalurkan melalui koperasi peternak seperti Koperasi Pindar Petelur Nasional (PPN) Magetan dan Koperasi Produsen Ternak Rakyat Magetan.

Direktur Stabilitasi Pasokan dan Harga Pangan, Maino Dwi Hartono, menegaskan bahwa penyaluran jagung dilakukan melalui lima koperasi peternak di Magetan dengan sistem pengedaran berbasis aplikasi digital nan didampingi Bulog agar akuntabilitas terjaga.

Stabilitas Harga Telur dan Jagung

Program SPHP merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas nilai telur dan pakan ternak. Saat ini nilai jagung di tingkat peternak tetap tinggi, mencapai Rp6.600 per kilogram, sementara nilai telur ayam ras di Magetan turun menjadi sekitar Rp22.800 per kilogram, di bawah nilai referensi pemerintah sebesar Rp26.500 per kilogram.

Bapanas juga menugaskan Bulog melakukan pengadaan jagung nasional untuk persediaan pemerintah dengan sasaran mencapai 242 ribu ton tahun ini. "Cadangan pemerintah ditargetkan sampai 1 juta ton agar cukup menjaga stabilitas," kata Maino.

Kemitraan dan Produksi Telur

Pemerintah Kabupaten Magetan dan Bapanas juga membahas kesempatan kemitraan peternak lokal dengan daerah-daerah defisit telur seperti Maluku dan Papua, di mana nilai telur mencapai lebih dari Rp30 ribu per kilogram. Data dari Dinas Peternakan dan Perikanan Magetan menunjukkan produksi telur harian di wilayah tersebut surplus sekitar 81 ton, dengan 40 persen untuk kebutuhan lokal dan 60 persen dikirim ke luar daerah.

Perwakilan Asosiasi Peternak Telur Magetan, Surohman, menyatakan bahwa support jagung SPHP sangat dinantikan peternak. "Kami berambisi ke depan bisa terus berkolaborasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lain agar nilai pakan dan nilai telur bisa lebih stabil," katanya.

Konten ini diolah dengan support AI.

sumber : antara

Selengkapnya
Sumber Republika Nasional
Republika Nasional