, MANADO, – Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengambil langkah strategis dengan menggandeng Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) serta para pengelola hotel. Kolaborasi ini digagas untuk mencari solusi efektif dalam meningkatkan jumlah kunjungan visitor ke provinsi berpenduduk lebih dari 2,7 juta jiwa tersebut.
Kepala Dinas Pariwisata Sulut, Kartika Devy Tanos, di Manado, Sabtu, mengungkapkan bahwa situasi dunia nan bergolak telah menyebabkan kenaikan nilai avtur. Kondisi ini secara langsung berakibat pada mahalnya biaya perjalanan menuju Sulawesi Utara, sehingga berpotensi menurunkan minat wisatawan.
"Untuk menarik wisatawan, kami berbareng PHRI, pengelola perhotelan bekerja sama melakukan promosi dengan menurunkan nilai kamar," ujar Kartika.
Ia menjelaskan bahwa strategi ini diambil untuk menciptakan keseimbangan biaya. Meskipun biaya transportasi untuk berjamu ke Sulawesi Utara tergolong mahal, setidaknya visitor mendapatkan penawaran akomodasi nan lebih terjangkau. Tidak hanya di sektor perhotelan, langkah serupa juga diterapkan pada destinasi-destinasi wisata dengan memberikan potongan nilai pada nilai tiket masuk.
Kartika menegaskan bahwa Gubernur Yulius Selvanus sangat mendukung penuh pengembangan sektor pariwisata. Harapannya, melalui sektor ini, bakal tercipta multiplier effect nan signifikan bagi perekonomian daerah.
Selain memberikan insentif berupa diskon, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara juga terus melakukan pembenahan infrastruktur. Sejumlah lokasi wisata milik provinsi telah direvitalisasi sejak tahun lalu, dan rencana revitalisasi lanjutan bakal kembali dilaksanakan pada tahun ini untuk semakin menarik minat kunjungan.
Berdasarkan info Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut nan dirilis 4 Mei 2026, terjadi peningkatan signifikan pada sektor pariwisata. Kunjungan visitor mancanegara (wisman) pada Maret 2026 tercatat mencapai 11.517 kunjungan, alias melonjak 161,33 persen secara year-on-year (yoy).
Sementara itu, tingkat kediaman bilik di hotel bintang pada periode nan sama mencapai 43,28 persen, naik 9,82 poin (yoy). Untuk perjalanan visitor nasional (wisnas) tercatat sebanyak 1.502 perjalanan, naik 23,93 persen (yoy). Adapun jumlah perjalanan visitor nusantara mencapai 1.295.077 perjalanan, mengalami kenaikan sebesar 35,66 persen (yoy).
Konten ini diolah dengan support AI.
sumber : antara
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·