Luwu Utara - Bupati Luwu Utara (Lutra) Andi Abdullah Rahim angkat bicara mengenai banjir nan merendam 7 kecamatan di Lutra. Menurutnya, solusi dari banjir tersebut ialah dengan perbaikan tanggul nan jebol.
"Kalau ditanya apa nan kudu dilakukan ialah penanggulangan titik nan jebol, dan saat ini ada dua titik ialah Desa Polewali dan Desa Beringin Jaya," ucap Bupati Andi Abdullah Rahim kepada detikcom, Rabu (3/6/2026).
Andi Rahim mengungkapkan, tanggul nan jebol berada di Desa Polewali, Kecamatan Baebunta, Lutra dengan panjang kerusakan 100 meter . Sedangkan titik kedua berada di Desa Beringin Jaya, Kecamatan Baebunta Selatan dengan kerusakan sepanjang 300 meter.
"Titik jebol di Desa Beringin Jaya nan kurang lebih 300 meter nan menyebabkan banjir meluas di beberapa desa di Kecamatan Baebunta dan Baebuhta Selatan seperti Desa Baloli, Lembang-lembang, Wara, Polewali dan Mekarsari Jaya," bebernya.
"Kemudian itu titik jebol di Desa Polewali sepanjang kurang lebih 100 meter menyebabkan banjir di Desa Tingkara Kecamatan Malangke, Desa Tolada, Polewali dan Mario dan titik ini banyak menyebabkan kerugian besar bagi warga," sambungnya.
Penampakan tanggul jebol berujung 7 kecamatan di Luwu Utara terendam banjir. Dokumen Istimewa
Andi Rahim menjelaskan, tanggul tersebut sebelumnya telah mendapat perbaikan dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang. Namun lantaran tingginya curah hujan, menyebabkan luapan sungai kembali membikin tanggul jebol.
"Titik jebol ini sebenarnya sudah pernah ditanggul, tapi lantaran luapan sungai kembali membikin jebol. Nah kita kudu segera melakukan penanggulangan di titik tanggul jebol ini sehingga air sungai nan ada di Sungai Masamba dan Rongkong ini tidak melebar ke tanah warga," tutupnya.
Diberitakan sebelumnya, sebanyak tujuh kecamatan di Lutra, Sulsel, terendam banjir akibat curah hujan tinggi dan jebolnya tanggul. Peristiwa ini mengakibatkan sebanyak 12.307 penduduk terdampak, dengan 110 jiwa di antaranya terpaksa kudu mengungsi.
Tim BPBD Lutra, A. Zulkarnain mengatakan bahwa banjir di tujuh kecamatan tersebut terjadi sejak Rabu (13/5/2026). Merespons kondisi ini, Pemkab Lutra telah menetapkan status tanggap darurat banjir nan bertindak sejak Kamis (18/5) hingga (16/6) mendatang.
"Data per hari ini ada tetap ada 7 kecamatan berdampak. 3 kecamatan nan parah dan 4 sisanya memang tidak separah nan 3 tadi tapi air dari kondisi awalnya belum berubah," kata Zulkarnain kepada detikcom, Rabu (3/6/2026).
Zulkarnain menuturkan, banjir nan melanda tujuh kecamatan tersebut merendam sedikitnya 29 desa. Akibatnya, puluhan akomodasi ibadah hingga sekolah ikut terendam air.
"Untuk akomodasi ibadah nan terendam ada 34 unit, akomodasi kesehatan 10 unit, akomodasi pendidikan 27 unit, jembatan rusak ada 6 unit serta ada 121.000 meter jalan nan terendam," ungkapnya.
Selain itu, dia memaparkan bahwa terdapat 558 jiwa lansia dan 330 jiwa balita nan turut terdampak banjir.
"Total semua itu ada 3.557 kepala family (KK), ada 29 ibu mengandung dan disabilitas sebanyak 6 orang," jelasnya.
Deputi Logistik dan Peralatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat, Andi Eviana terjun langsung meninjau beberapa titik banjir di Lutra Minggu (31/5). Saat peninjauan, tim BNPB didampingi langsung oleh Bupati Lutra Andi Abdullah Rahim, beserta seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Pada peninjauan tersebut, BNPB turut menyalurkan support penanganan banjir senilai Rp 607 juta kepada Pemda Lutra. Paket support penanganan musibah banjir berupa paket sembako 200 paket, matras 200 lembar, kasur Lipat 100 pcs, makanan siap saji 100 pcs, family kit 100 box, selimut 100 lembar, dan geobag (kantung pasir penahan banjir) 2.000 pcs. (hmw/hmw)
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·