, SANGATTA, – Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, menekankan bahwa sektor pertanian dan peternakan merupakan bagian krusial dari transformasi ekonomi di wilayah ini, menggeser kekuasaan sektor pertambangan. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah talkshow di Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (Stiper) Kutim, Kalimantan Timur, pada Selasa.
Kutim mempunyai lahan dan sumber daya nan besar untuk mendukung pertumbuhan sektor pertanian dan peternakan, nan diharapkan menjadi pendorong utama ekonomi baru. Pertanian di Kutim telah berkembang pesat sejak 2023 dengan adanya Ibu Kota Nusantara (IKN), melalui strategi ekspansi lahan, pemanfaatan teknologi, dan diversifikasi.
Pengembangan Pertanian dan Peternakan
Saat ini, lahan sawah di Kutim mencapai 2.638 hektare, dengan sasaran penambahan 1.106 hektare dan sudah terealisasi 400 hektare. Rencana jangka panjang mencakup pengembangan hingga 20.000 hektare. Produksi padi diprediksi mencapai 13.200 ton gabah per tahun pada 2025, setara dengan 7.500 ton beras, mengalami kenaikan 40% dari 2023. Produktivitas padi pun meningkat dari 3,9–4 ton per hektare menjadi 5–7 ton per hektare.
Pemerintah Kabupaten Kutim juga menjalankan program untuk memanfaatkan lahan jejak tambang dengan menanam jagung, singkong, dan tanaman palawija lainnya. Saat ini, sekitar 328 hektare lahan jejak tambang sudah produktif menjadi sumber pangan.
Di sektor peternakan, populasi sapi meningkat dari sekitar 13.500 ekor pada 2023 menjadi 15.000 ekor pada 2025, dengan sasaran 24.000 ekor pada 2027. Populasi kambing dan domba stabil di sekitar 8.200 ekor per tahun, sementara kerbau mencapai 1.800 ekor. Unggas, baik ayam maupun itik, mencapai 2,4 juta ekor dengan produksi telur naik 40%, nyaris mencukupi konsumsi kabupaten.
Program nan sedang dijalankan antara lain Sikomandan (Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri) dan fertilisasi buatan massal dengan sasaran 500 ekor per tahun untuk menghasilkan setidaknya 100 pedet per tahun.
Peluang Bagi Generasi Muda
Ardiansyah juga mendorong generasi muda untuk tidak hanya berwacana, tetapi juga berani memulai upaya dengan memanfaatkan potensi nan ada, khususnya di sektor pertanian dan peternakan. "Peluang di sektor ini sangat terbuka, tinggal siapa nan mau menjadi pelakunya," ujarnya kepada mahasiswa Stiper Kutim.
Konten ini diolah dengan support AI.
sumber : antara
57 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·