Bupati Kaur: Infrastruktur Kunci Majukan Sentra Durian dan Sawit

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

, BENGKULU, – Bupati Kaur, Gusril Pausi, menegaskan bahwa pembangunan prasarana merupakan kunci sukses untuk memajukan produktivitas sektor perkebunan di sentra durian dan kelapa sawit Cawang Kidau, Desa Manau IX, Kecamatan Padang Guci Hulu. Saat ini, potensi ekonomi besar di area tersebut belum didukung akses jalan dan jembatan nan memadai.

Gusril Pausi menyatakan support dari Pemerintah Provinsi Bengkulu serta personil DPR RI dan DPD RI asal Bengkulu sangat diperlukan untuk mempercepat pembangunan akses menuju area sentra perkebunan tersebut. Menurutnya, hamparan perkebunan masyarakat mempunyai nilai ekonomi nan sangat besar.

"Hamparan perkebunan masyarakat nan mempunyai nilai ekonomi sangat besar. Potensi ini kudu kita dukung dengan pembangunan infrastruktur," kata Gusril di Kaur, Sabtu.

Potensi Besar Terkendala Akses

Gusril menjelaskan keberhasilan budidaya durian premium menunjukkan Padang Guci Hulu mempunyai potensi besar di Kabupaten Kaur apalagi Provinsi Bengkulu. Setiap musim panen, area itu menghasilkan ratusan ton durian nan dipasarkan ke beragam daerah.

Namun, hasil panen masyarakat umumnya diangkut secara berjenjang menggunakan sepeda motor. Kondisi ini terjadi lantaran akses jalan belum memadai dan tetap berjuntai pada jembatan gantung untuk menyeberangi Sungai Air Padang Guci.

Kendaraan roda empat nan bisa mengangkut hasil panen dalam skala besar tidak dapat melintas dengan sigap dan mudah. Kawasan tersebut hanya dapat dilintasi mobil berpenggerak empat roda (4WD) alias truk. Ketika debit sungai meningkat, kendaraan mini tidak dapat melintas sehingga pengedaran hasil perkebunan kerap terhambat.

Andalan Ekonomi Warga

Selain menjadi area pengembangan durian premium, Cawang Kidau juga merupakan salah satu sentra durian lokal terbesar di Kabupaten Kaur. Kawasan ini juga mempunyai potensi perkebunan kelapa sawit nan signifikan.

Setiap bulan, ratusan ton tandan buah segar (TBS) sawit dari perkebunan masyarakat dikirim ke pabrik pengolahan. Komoditas ini menjadi salah satu penopang utama perekonomian penduduk setempat.

Oleh lantaran itu, Gusril membujuk seluruh pemangku kepentingan untuk bersinergi memperjuangkan pembangunan jalan dan jembatan menuju area perkebunan tersebut. Ia mengakui keterbatasan keahlian finansial wilayah menjadi tantangan tersendiri.

"Kalau hanya mengandalkan keahlian finansial daerah, tentu bakal sangat sulit, apalagi di tengah kondisi efisiensi anggaran saat ini," ujarnya.

Konten ini diolah dengan support AI.

sumber : antara

Selengkapnya
Sumber Republika Nasional
Republika Nasional